Blog Informasi Teknologi

Contoh teks negosiasi (di lingkungan keluarga,sekolah, pekerjaan, jual beli hp, pasar dll) beserta strukturnya

Di artikel sebelumnya saya pernah menguraikan mengenai teks negosiasi dari mulai pengertian, struktur isi, ciri bahasa, langkah penulisan dan contoh teks negosiasi, saya harap dengan membaca artikel tersebut anda paham mengenai teks negosiasi dengan baik.

Oh ya..., mungkin sudah sering kita dengar istilah mengenai negosiasi, istilah tersebut sebenarnya bukanlah hal yang asing bahkan negosiasi sendiri baik disadari atau tidak sering sekali kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya di lingkungan sekolah, di lingkungan rumah atau keluarga, di tempat kerja, bersama teman, di pasar dan ditempat lainnya tidak luput dari yang namanya negosiasi.

Negosiasi sendiri biasanya terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan, Jika diterjemahkan  negosiasi merupakan bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.

contoh teks negosiasi


Menurut KBBI negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lainnya.

Sebenarnya Negosiasi berasal dari bahasa inggris (negotiate) yang artinya perundingan dengan strategi khusus. Strategi-strategi dalam negosiasi - win-win strategy (strategi menang-menang) - win-lose strategy (strategi menang-kalah) - lose-lose strategy (strategi kalah-kalah)

Walaupun sering sekali kita lakukan di dalam aktivitas sehari-hari, terkadang kita kesulitan membedakan mana yang merupakan teks negosiasi dan mana yang bukan, oleh karena itu untuk lebih memahami teks negosiasi, di artikel kali ini saya akan memberikan beberapa contoh teks negosiasi seperti di lingkunagn keluarga, sekolah, ketika jual beli hp, di pasar, sehingga anda lebih mudah mengenal teks negosiasi dengan baik.

Struktur teks negosiasi:

Berikut adalah struktur teks negosiasi beserta jenisnya:

a. Negosiasi konflik : 

1. Pembuka
2. Isi
3. Penutup

b. Negosiasi kerjasama : 

1. Orientasi
2. Pengajuan
3. Penawaran
4. Persetujuan
5. Penutup

c. Struktur teks negosiasi jual beli

1. orientasi : pengawalan/pembuka sebuah negosiasi. Terdiri dari kalimat sapa.
2. Permintaan : Pengajuan pembeli untuk meminta yang diinginkan kepada penjual.
3. pemenuhan : Penjual mendeskripsikan barang yang dijual untuk mengetahui apakah barang dagangannya sesuai dengan apa yang diinginkan pembeli atau tidak.
4. Penawaran : Tawar - menawar harga antara penjual dan pembeli untuk mendapatkan kesepakatan. 5. Persetujuan : Terjadi persetujuan/kesepakatan antara penjual dan pembeli.
6. Pembelian : Terjadi transaksi barang/jasa antara pembeli dan penjual.
7. Penutup : Penjual dan pembeli telah menyelesaikan proses negosiasi.

Contoh teks negosiasi (di lingkungan keluarga,sekolah, pekerjaan, pasar, jual beli hp dll) beserta strukturnya

Berikut adalah beberapa contoh teks negosiasi yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Contoh teks negosiasi di lingkungan keluarga


Negosiasi ternyata sering sekali kita lakukan di lingkungan keluarga walaupun tidak kita sadari sebagai contoh adalah sebagai berikut:

Contoh 1:
Ayah: "Minggu depan kita mau liburan kemana"
Budi: "Ke Pantai Pangandaran,disana indah sekali!"
Ayah: "Kita ke Trans Studio Bandung mau tidak?"
Budi: "Yah,Ayah maunya ke pantai!"
Ayah: "Baiklah tapi besoknya kita ke Trans Studio Bandung ya!"
Budi: "Ok!"


Contoh di atas adalah teks negosiasi singkat di lingkungan keluarga yang terjadi antara ayah dan anak dimana ada perbedaan tujuan atau kepentingan antara ayah dan anak, namun dengan negosiasi sang anak akhirnya terjadi persamaan kepentingan.

Contoh 2:
Anak: "Ayah, setelah lulus nanti saya mau sekolah di SMA."
Ayah: "Kenapa di SMA nak? Padahal, ayah ingin kamu sekolah di SMK."
Anak: "Kok di SMK? Kenapa memangnya ayah ingin saya sekolah di sana?"
Ayah: "Begini nak, di SMK itu lulusannya bisa langsung terjun di dunia kerja."
Anak: "Ohhh, gitu yah, iya deh saya setuju."
Ayah: "Baguslah kalau kamu setuju."

Contoh ke dua di atas adanya perbedaan keinginan antara ayah dan anak mengenai sekolah untuk sang anak, antara smk dan sma, si ayah menghendaki anak sekolah ke smk namun si anak menginginkan ke SMA, dengan negosiasi akhirnya dua pendapat yang pada awalnya berbeda kepentingan bisa disepakati secara bersama-sama mana yang harus diambil.

Ada banyak sekali contoh negosiasi dalam kehidupan keluarga, jika anda memahami teks negoasiasi anda akan lebih mudah untuk membuatnya.

2. Contoh Teks Negosiasi di tempat Kerja

Berikut adalah contoh teks negosiasi di lingkungan pekerjaan atau kantor misalnya di bank antara pegawai bank dengan nasabah:

Pegawai Bank: "Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?"
Nasabah: "Selamat pagi bu. Ya, terimakasih."
Nasabah: "Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya."
Pegawai Bank: "Maaf, bisa saya lihat proposalnya?"
Nasabah: "Ini bu, silahkan."
Pegawai bank: "Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari
pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta."
Nasabah: "Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?"
Pegawai Bank: "Setelah saya hitung, kami hanya menyanggupi sampai 300 juta pak, dengan bunga 4 %."
Nasabah: "Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia."
Nasabah: "Dana ini rencananya akan kami gunakan untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele tersebut"
Pegawai Bank: "Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu"
Pegawai Bank: "Yah, sepertinya kami sanggup memberikan 350 juta".
Nasabah: "Wah, apakah tidak bisa dinaikin lagi bu? Gimana kalau 400 juta?"
Pegawai Bank: "Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi."

3. Contoh Teks Negosiasi di sekolah

Negosiasi juga bisa terjadi di sekolah antara guru dan siswa ataupun antara sesama siswa, berikut beberapa contoh teks negosiasi yang sering terjadi di sekolah:

Contoh 1:
Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi di lingkungan sekolah. Isinya tentang dialog negosiasi yang terjadi antara wali kelas dan ketua kelas tentang planning kegiatan study tour. Berikut ini adalah contohnya:
Wali Kelas : “Arya, bagaimana rencana Study Tour kita ke Tanjung Bira, apakah semua temanmu sudah setuju?”
Ketua Kelas : “Saya sudah berbicara dengan teman-teman saya bu, cuman ada usulan study tournya ke Pantai Marina aja bu.”
Wali Kelas : “Wah, kok bisa begitu?”
Ketua Kelas :“Kalau ke Tanjung Bira sekolah kita sudah sangat sering berkunjung ke sana bu. Sedangkan, kalau ke Pantai Marina belum pernah sama sekali.”
Wali Kelas :“Tapi Arya, ibu sudah membicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan  beliau sudah terlanjur menyetujuinya”
Ketua Kelas :“Iya bu, tapi sepertinya banyak teman-teman saya yang tidak ikut jika study tour tersebut dilaksanakan di Tanjung Biara.”
Wali Kelas :“Aduh, jadi gimana yah, padahal ibu ini sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.”
Ketua Kelas : “Begini saja bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan menjelaskan rencana ini.”
Wali Kelas : “Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicarakan dengan beliau yah, lalu laporkan ke ibu hasilnya”.
Ketua Kelas : “Baik bu.

4. Contoh teks negosiasi di pasar

Contoh 1:
Berikut adalah contoh teks negosiasi antara pedagang dan pembeli di pasar.
Pembeli :" Mas Wortelnya berapa 1 kg ?"
Pedagang : " 5.000 saja bu satu kilo !
Pembeli : "Wah mahal amat bang " 3.000 aja deh saya beli 2 kg!
Pedangang : " Wah belum bisa bu, paling 4.000 saja 1 kg !"
Pembeli : "Iya deh bank saya beli 2 kg saja!.

Contoh 2:
Contoh teks negosiasi berikut ini menjelaskan tentang proses negosiasi yang terjadi antara  penjual dan pembeli tentang harga gitar. Berikut ini adalah contohnya :
Pembeli : “Bu saya mau beli gitar ini, kira-kira berapa harganya ?”
Penjual : “Kalau gitar yang itu harga nya 750 ribu nak.”
Pembeli :“Harganya boleh kurang enggak bu?”
Penjual : “Hmmm, boleh saja. Mau nawar berapa ya nak?”
Pembeli : “600 ribu, bisa enggak yah ?”
Penjual : “Wah, kalau harga segitu rasanya tidak bisa nak.”
Pembeli : “Kalau 625 ribu bu?”
Penjual : “Naikin sedikit lagi nak, 650 ribu ibu lepas deh gitar ini.”
Pembeli : “Oke deh bu, saya setuju, ini ya uangnya”
 

Teks Narasi : Pengertian, struktur, kaidah kebahasaan. jenis dan contoh teks narasi


Kali ini saya akan menguraikan apa itu teks narasi, apa yang saya uraikan di artikel kali ini tentang teks narasi meliputi pengertian, struktur, kaidah kebahasaan dan sekaligus dengan contoh teks narasi.

Teks narasi sebenarnya banyak kita pelajari baik di SD, SMP, maupun SMK, namun terkadang karena jarang digunakan materi tentang teks narasi sering lupa. sehingga banyak yang kesulitan ketika anda diminta untuk membuat teks narasi.

Oleh karena itu melalui artikel kali ini saya akan uraikan secara lengkap mengenai teks narasi sehingga anda bisa membuat, membedakan antara teks narasi dan teks non narasi baik secara lisan maupun tulisan.

teks narasi, apa yang saya uraikan di artikel kali ini tentang teks narasi meliputi pengertian, struktur, kaidah kebahasaan dan sekaligus dengan contoh teks narasi.


Pengertian paragraf naratif

Teks narasi atau Paragraf Naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian cerita yang lengkap.

Atau juga bisa didefinisikan
Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir

Sedangkan pengertian teks / paragraf narasi  menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Widjono (2007 : 175) uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian kejadian, tindakan , keadaan secara berurutan dari permulaan sampai akhir hingga terlihat rangkaian hubungan satu sama lain. Bahasanya berupa berupa paparan yang gayanya bersifat naratif.

Keraf (2001 : 137) suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian yang seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Oleh sebab itu unsur yang paling penting dalam sebuah narasi adalaha unsur perbuatan atau tindakan. Apa yang terjadi tidak lain tindak-tanduk yang dilakukan orang-orang dalam suatu rangkaian waktu. Narasi lebih mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam rangkaian waktu.

Ciri-ciri Teks Narasi

Untuk mengenali sebuah teks atau paragraf narasi dan sekaligus untuk referensi membuat karangan atau teks narasi, maka anda harus mengenal ciri-ciri dari teks narasi.

Ciri-ciri dari teks narasi adalah sebagai berikut:

1. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.

2. Dirangkai dalam urutan waktu.

3. Ada konfiks.
Konfiks adalah imbuhan tunggal yang terjadi dari perpaduan awalan dan akhiran yang membentuk satu kesatuan. beberapa konfik diantaranya adalah:
  • Konfiks ke-an : keindahan 
  • Konfiks pe-an : pengiriman 
  • Konfiks per-an : pergaulan 
  • Konfiks ber-an : berpandangan 
  • Konfiks se-nya : setibanya 
  • Konfiks me-kan : menyelesaikan

4. Menggunakan kata ulang.
Kata ulang atau proses pengulangan atau reduplikasi ialah pengulangan satuan gramatik baik seluruhnya maupun sebagian. Dalam hal ini ada yang berupa variasi fonem ataupun tidak. Hasil pengulangan itu disebut kata ulang.

Macam-macam pengulangan :

a. Pengulangan seluruh
Yaitu pengulangan bentuk dasar tanpa perubahan fonem dan tidak berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, misalnya: Buku : buku- buku

b.Pengulangan sebagian
Pengulangan bentuk dasar secara sebagian, misalnya : Membaca : membaca- baca

c. Pengulangan yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks. 
Dalam golongan ini, bentuk dasar diulang seluruhnya dan berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks , misalnya : menghubung- hubungkan / memata- matai

d. Pengulangan dengan perubahan fonem
Suatu bentuk pengulangan terhadap suatu kata yang susunan katanya berubah.
Misalnya : Gerak : gerak- gerik

e. Kata ulang semu
Kata ulang yang berupa kata dasar. seperti kupu-kupu, biri-biri

5. Ada unsur tempat, suasana pelaku dan waktu6. Menguraikan atau mengisahkan suatu peristiwa7. Membangun alur dan mengutamakan faktor kronologis dan waktu
8. Adanya unsur perbuatan atau tindakan 
9. Adanya unsur rangkaian cerita 
10. Adanya sudut pandang pengarang 
11. Adanya keterangan nama tokoh dalam cerita 
12. Adanya keterangan yang menjelaskan latar kejadian peristiwa 
13. Unsur pikiran lebih tajam dibandingkan unsur perasaan 
14. Menggunakan bahasa sehari-hari 
15. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. 
16. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. 
17. Memiliki nilai estetika. 
18. Menekankan susunan secara kronologis. 


Ciri-ciri narasi  Menurut Gorys Keraf (2000:136)

  •  Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  •  Dirangkai dalam urutan waktu.
  •  Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
  •  Ada konfliks.

Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfliks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
  • Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  • Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  • Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
  • Memiliki nilai estetika.
  • Menekankan susunan secara kronologis.

Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfliks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

Kaidah / Unsur kebahasaan paragraf Naratif

Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan yang digunakan untuk membuat teks narasi, adapun unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks / paragraf naratif adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan kata kiasan atau Metafora
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) me·ta·fo·ra /métafora/ didefinisikan sebagai "pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yg sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.[1] , misal tulang punggung dalam kalimat "pemuda adalah tulang punggung negara".Metafora adalah majas (gaya bahasa) yg membandingkan sesuatu dengan yang lain secara langsung. Metafora adalah gaya bahasa perbandingan.

Contoh metafora:
  • Kata "tulang punggung" dalam kalimat "Pemuda adalah tulang punggung negara".[1]
  • Engkau belahan jantung hatiku sayangku.
  • Raja siang keluar dari ufuk timur.
  • Jonathan adalah bintang kelas dunia.
  • Raja malam telah keluar dari paraduannya.

Metafora digunakan dalam teks narasi dengan tujuan untuk menambah atau membumbui cerita hingga lebih menarik

2. Melibatkan kata kerja transitif dan intransitif
Kata kerja transitif adalah kata kerja yang diikuti oleh objek. Objek yang mengikuti bisa kata benda, frasa, atau kata ganti. Kata kerja transitif dapat diubah ke bentuk pasif.
Contoh:
  • Saya makan sebuah apel .
  • Saya mencintai ibu saya.
Jadi, kata kerja transitif membutuhkan objek sebagai pelengkap agar artinya dapat dengan mudah dimengerti dan tentunya make sense.

Lebih mudahnya lagi, kata kerja transitif membantu menjawab kata tanya 'what (apa)' atau 'who (siapa).'
Seperti dua kalimat di atas, dua kalimat tersebut menjawab kata tanya 'what (apa)' dan 'who (siapa)'.
  •  Apa yang saya makan? Saya makan sebuah apel.
  • Siapa yang saya cintai? Saya mencintai ibu saya.

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap kalimat. Tidak seperti kata kerja transitif, kata kerja intransitif tidak dapat diubah ke bentuk pasif.
Contoh:
  • Dia jatuh.
  • Mereka tertawa.
  • Anak kecil itu menangis.
Kata kerja intransitif dapat diikuti kata keterangan atau frasa preposisional, tetapi tidak dapat diikuti kata benda.

3. Menggunakan kata benda, sifat, frasa atau klausa
Penggunaan kata tersebut disesuaikan dengan topik yang diuraikan atau dinarasikan

4. Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu
Contoh penanda urutan waktu seperti misalnya, pertama-tama, lalu, kemudian,  ketika akhirnya selanjutnya dan lain sebagai nya.

Jenis Teks / Paragraf narasi

Paragraf narasi dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

a. Narasi Ekspositoris (biografi)
Memiliki nama lain narasi non fiksi, ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa itu secara tepat.
Contoh:
Cara merawat dan memelihara merpati tidaklah terlalu sulit. Bagi pemula, langkah pertama adalah membeli merpati satu pasang di tempat usaha peternakan merpati. Jika merpati masih kecil, usahakan kandang tidak terlalu terbuka agar suasana dalam kandang cukup hangat, tapi cukup terang. Selanjutnya, periksalah makanan dan minumannya serta berikan secara teratur. Sebaiknya kandang merpati dibersihkan secara teratur untuk menjaga kesehatan merpati dan tempat tinggalnya. Terakhir, perhatikanlah gerak-gerik merpati untuk mengantisipasi adanya cacat pada tubuh merpati.

b. Narasi Sugesti / Imajinatif
Nama lain dari narasi fiksi, ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.
Contoh :
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.

c. Narasi informatif
Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

d. Narasi artistik
Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Struktur teks / paragraf naratif

a. Orientation 
Orientasi yaitu bagian di mana pengarang melukiskan dunia untuk ceritanya, dibagian inilah diperkenalkan dimana dan kapan peristiwa terjadi serta para tokoh.

b.Complication 
Complication yaitu bagian di mana tokoh utama menghadapi rintangan dalam mencapai cita - citanya, bagian di mana komplik mulai terjadi.

c. Resolution
Resolution yaitu bagian permasalahan yang dihadapi tokoh utama diselesaikan.

Pada bagian ini mempunyai dua kecendrungan, yaitu mengakhiri cerita dengan kebahagiaan (happy ending) dan atau mengakhiri cerita dengan kesedihan (sad ending), tetapi ada juga teks naratif yang membiarkan pembaca/ pendengar menebak akhir cerita

d. Ada juga paragraf naratif yang hanya menggunakan konjungsi dan tidak mengikuti struktur di atas.

Tujuan teks narasi

Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:

  • Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
  • Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca

Langkah-langkah menulis karangan narasi

  • Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan sasaran pembaca
  • Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
  • Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  • Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  • Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut

Contoh Teks Narasi

Berikut beberapa contoh teks narasi.

Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas Kota Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah.

Narasi dibagi menjadi 2, yaitu ekspositori (Autoboigrafi dan Biografi) dan narasi Imajinatif.

Contoh Teks Narasi Ekspositori (Biografi) 
Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung, 24 Oktober 1982. Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan. Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir ia diberi nama Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, Andrea pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, masih merasa terbebani dengan nama itu. Alhasil, ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja.

Contoh Narasi Imajinatif 
Narasi Imajinatif adalah teks yang  mengimajinasikan suatu benda seoalah-olah seorang manuasia.

Namaku Edelweiss alias Anaphalis Javanica. Biasanya aku tumbuh di dataran tinggi atau puncak - puncak gunung. Oleh kalangan Botani, aku sering disebut tanaman sejenis perdu, dan termasuk anggota famili Compositae atau disebut juga Asteraceae (sambung sambungan). Bungaku kecil sebesar bunga rumput. Orang lebih mengenalku dengan warna putih daripada warna lainnya. Hidupku bergerombolan di ujung dahan dengan harum yang khas. (Dikutip dari wacana Namaku Edelweiss dalam Majalah Sabili)

Struktur & Contoh teks deskripsi tentang hewan, rumah, suasana, orang, alam benda dll

 Deskripsi merupakan salah satu teknik menulis menggunakan detail dengan tujuan membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan.

Menulis deskripsi bisa membuat karakter yang digambarkan lebih hidup gambarannya di benak pembaca. Sebuah obyek dalam deskripsi tidak hanya terbatas pada sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dirasa saja, tetapi dapat pula berupa perasaan hati seperti rasa cemas, rasa takut, rasa jijik, rasa kasih, rasa cinta, rasa haru, dan sebagainya.

Contoh teks deskripsi dan strukturnya


Penulis deskripsi yang baik, akan berusaha untuk melukiskan suatu objek dengan sejelas-jelasnya.


Untuk lebih mengenal teks deskripsi anda setidaknya harus mengetahui strukturnya dan juga contoh-contoh teks deskripsi sehingga anda bisa membuatnya sendiri dengan mudah dan benar.

Struktur teks deskripsi

Untuk membuat teks deskripsi selain mengenal ciri-cirinya, andapun harus memahami strukturnya, sehingga teks deskripsi yang akan anda buat benar-benar memiliki struktur sebuah teks deskripsi yang baik.

Struktur teks deskripsi adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi umum 
Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang dideskrpsikan).

2. Deskripsi bagian
 Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan.  Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengan memberikan gambaran-gambaran yang jelas.

3. Penutup
Kesimpulan atau penegasan hal-hal yang penting

Contoh teks deskripsi

Teks deskripsi tidak hanya terbatas untuk membahas satu topik tertentu saja, apapaun yang anda inginkan bisa dibuat menjadi sebuah teks deskripsi dengan  melibatkan ciri-unsur-unsur dan struktur sebuah teks deskripsi.

Beberapa teks deskripsi yang bisa anda buat meliputi, teks deskripsi tempat, sekolah, suasana, benda, alat, lingkungan, hewan, alam dan teks deskripsi apapun.

Namun ingat ketika membuat teks deskripsi anda setidaknya harus mampu memberikan gambaran secara lengkap kepada para pembaca agar pembaca seoalah-olah merasakan hal-hal yang ditulis di teks deskripsi.

Berikut beberapa contoh teks deskripsi yang saya sajikan untuk anda:

Contoh teks deskripsi tentang Tempat

Pantai Nusa Penida memiliki tata keindahan alam yang menarik, khususnya bagi wisatawan yang mendambakan suasana nyaman, tenang, jauh dari kebisingan kota. Pohon-pohonnya rindang. Bentangan lautnya luas. Bagi penyelam, Pantai Nusa Penida juga menawarkan keindahan ikan laut yang sedang berenang. Pemda Bali harus menata dan mengelola Pantai Nusa Penida sebagai tujuan obyek wisata alternatif.

Contoh teks descripsi tentang Hewan

Kelinci tergolong hewan mamalia pengerat seperti hamster, marmut, dan tikus. Hewan yang dikenal sangat lucu dan jinak ini memiliki ukuran telinga yang panjang, berkumis, dan memiliki kaki yang sangat kuat untuk melompat. Namun kelinci lebih mudah diidentifikasikan dengan ukuran telinganya yang panjang. Ukuran telinga pada kelinci bisa mencapai 10 cm. telinga hewan ini juga memiliki fungsi untuk mendeteksi munculnya predator yang akan memangsanya. Hewan bertelinga panjang ini mampu mendengar suara predator dengan prediksi jangkauan serta akurasi yang tepat. Telinganya juga berfungsi sebagai penjaga suhu panas tubuhnya terutama ketika musim dingin tiba. Kelinci memiliki kaki-kaki yang sangat kuat. Dengan kedua kakinya, kelinci mampu melompat dengan jangkauan hingga jarak satu meter. Lompatan kelinci juga merupakan sinyal pertanda bahaya yang disampaikan kepada kelompoknya di alam liar.

Contoh 2:
Saya mempunyai seekor binatang peliharaan, yaitu kucing. Kucing itu saya beri nama Pussy. Dia kucing yang lucu dan manis. Matanya berwarna kuning dan bulunya berwarna putih kecoklat - coklatan. Dia senang sekali tidur di atas bantal kesayanganku. Terkadang, ia juga suka tidur di pangkuanku saat aku sedang mengerjakan PR atau menonton televisi. Saya sangat menyayanginya karena kucing itu pemberian dari ayah sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-8.

Contoh teks deskripsi tentang orang

Udin namanya, umurnya kira-kira 25 tahun, dia berperawakan tinggi dan berwajah ganteng, tidak heran banyak perempuan yang menggemarinya, yang membuat dia sangat menarik di kalangan kaum hawa bukan hanya perawakannya saja yang tinggi, udin memiliki rambut yang rapi sedikit ikal, hidung yang mancung, ditambah lagi matanya yang berwarna sedikit kebiru-biruan, maklum karena udin adalah anak blasteran indonesia jerman.

Nama lengkapnya michael udin, orang tuanya ingin memberi nama campuran antara sunda dan ke barat-baratan, walaupun namanya kampungan tidak lantas membuat udin minder, cara udin bergaul tidak kalah dari orang kebanyakan, tutur bahasanya halus, suaranya besar dan cara berjalannya tegap, dialah udin.

Contoh teks deskripsi tentang Suasana.

Di malam itu angin sangat besar ditambah lagi hujan yang terus menerus tidak berhenti dari pagi, jam menunjukan pukul 12 malam, suara longlongan anjing semakin memecah kesunyian, apalagi rombongan yang berjumlah 6 orang itu terpisah menjadi 3 kelompok, malam yang sunyi semakin membuat suasana mencekam dan menakutkan.

Struktur kaidah / unsur kebahasaan dari teks deskripsi

Seperti yang dijelaskan secara panjang lebar di artikel sebelumnya mengenai teks deskripsi secara lengkap yang meliputi pengertian, ciri-ciri, dan juga contohnya, didalam sebuah teks termasuk teks deskripsi tidak lepas dari yang namanya kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan.

Kaidah kebahasaan atau unsur kebahasaan biasanya berkaitan dengan bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa  yaitu  tingkat kesadaran dan kepatuhan akan kaidah-kaidah atau aturan-aturan kebahasaan secara jelas tergambarkan melalui perilaku berbahasa kita, baik ketika kita menggunakan bahasa Indonesia dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan.

kaidah kebahasaan teks deskripsi


Sebelum saya uraikan secara panjang lebar mengenai unsur atau kaidah kebahasaan teks deskripsi alangkah baiknya saya singgung sedikit apa itu descripsi.

Kata deskripsi berasal dari bahasa latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya.

Tujuannya adalah pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.

Struktur kaidah / unsur kebahasaan dari teks deskripsi

Unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan yang dilibatkan dalam teks deskripsi yaitu:

1. Rujukan Kata

Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan. Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk)

2. Kata berimbuhan

 Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks),akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks), contohnya:

  • Penari (tari),
  • Berjumlah (jumlah).
  •  Menyanyikan (nyanyi)
  • Berbahasa (bahasa)
  • Bercampur (campur)
  • Menari (tari)

3. Konjungsi  (kata sambung / kata hubung)

Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Fungsi kata hubung (konjungsi)
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat.
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya.

Jenis Konjungsi
Jenis Konjungsi Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua:

a. Konjungsi Intra kalimat:
Konjungsi intrakalimat yaitu konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: dan, juga (bermakna penambahan), atau (bermakna pilihan), tetapi (bermakna ), karena, sehingga (bermakna sebab-akibat), lalu, kemudian (bermakna kelanjutan).

Contoh konjungsi intra kalimat seperti:
Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki- laki.

Kalimat di atas menggunakan kata hubung (konjungsi) intra kalimat “dan” yang bermakna penamabahan.

b.Konjungsi Antar kalimat

Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang dugunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya.
Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, kemudian.

Contoh penggunaan konjungsi akan tetapi dan oleh karena itu antar kalimat :
Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton Jogjakarta. Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya.

Novita ingin mendapatkan beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia selalu giat belajar

4. Kelompok kata (frasa)

Kelompok kata atau frasa yaitu kumpulan kata  2 kata atau lebih yang tersusun dari kata bermakna dan membentuk arti kata baru.
Contoh kelompok kata misalnya : saputangan, takbenda

5.Katabaku dan tidak baku

 Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan tertulis) sedangkan non-baku atau tidak baku sebaliknya.

Contoh Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia

    telur – telor
     jadwal – jadual
    rezim – rejim
    negeri – negri
    hierarki – hirarki
    bus – bis
     jenazah – jenasah
    anugerah – anugrah
    karier – karir
    telepon – telefon
     izin – ijin
    debit – debet
    dekret – dekrit
    museum – musium
     kaus – kaos
    risleting – resleting
    terampil – trampil
    desain – disain
    saraf – sarap
    kempis – kempes
    nomor – nomer
    penggawa – punggawa
    deksripsi – diskripsi
    kerupuk – krupuk
    zamrud – jamrud
    formal – formil
    afdal – afdol
    museum – musium
    apotek – apotik
    aktual – aktuil
    antre – antri
    saraf – sarap
    cedera – cidera
    definisi – difinisi
    cenderamata – cinderamata
    metode – metoda
    atmosfer – atmosfir
    pensil – pinsil
    cendekiawan – cendikiawn
    personel – personil
    zaman – jaman
    malapraktik – malpraktik
    akta – akte


6. Penggunaan huruf kapital dan tanda baca
Teks deskripsi juga tidak lepas dari penggunaan huruf kapital dan tanda baca

# Teks Deskripsi : Pengertian,tujuan, jenis, ciri, struktur isi, kaidah kebahasaan dan contoh teks deskripsi

Di artikel kali ini saya akan menguraikan mengenai materi teks deskripsi secara lengkap dari mulai pengertian, jenis, ciri, struktur, kaidah kebahasan serta contoh teks deskripsi.

Materi tentang teks deskripsi sebenarnya sering dipelajari terutama di pelajaran bahasa indonesia baik kurikulum 2013 maupun KTPS baik di tingkat SMP, SMK maupun SMU, dengna adanya materi ini diharapkan siswa mampu memahami teks deskripsi dan juga mamapu membuat sendiri teks deskripsi baik secara lisan maupun tulisan.

Deskripsi merupakan salah satu teknik menulis menggunakan detail dengan tujuan membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan.

teks deskripsi pengertian jenis, ciri, struktur, kaidah bahasa dan contoh


Menulis deskripsi bisa membuat karakter yang digambarkan lebih hidup gambarannya di benak pembaca. Sebuah obyek dalam deskripsi tidak hanya terbatas pada sesuatu yang dapat dilihat, didengar, dicium, diraba, dan dirasa saja, tetapi dapat pula berupa perasaan hati seperti rasa cemas, rasa takut, rasa jijik, rasa kasih, rasa cinta, rasa haru, dan sebagainya. Penulis deskripsi yang baik, akan berusaha untuk melukiskan suatu objek dengan sejelas-jelasnya.

Dalam hal ini, seluruh pancaindera penulis harus aktif dan peka. Ia berusaha menyajikan perincian-perincian sedemikian rupa dengan pengalaman-pengalaman faktualnya. sehingga obyek betul-betul kelihatan hidup.

Pengertian teks deskripsi

Untuk memahami pengertian dari teks deskripsi, alangkah baiknya kita memahami apa itu deskripsi?. Deskripsi adalah menguraikan atau melukiskan (wiyanto: 2014).

Kata deskripsi berasal dari bahasa latin discribere yang berarti gambaran, perincian, atau pembeberan. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya.

Tujuannya adalah pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.


Sedangkan pengertian  deskripsi itu sendiri menurut para ahli adalah
Tulisan yang bisa melukiskan sebuah kisah dengan tujuan untuk mengajak pembaca memahami merasakan dan menikmati objek yang dibicarakan seperti suasana hati, orang aktivitas dan sebagainya (Tarigan : 1994)

Deskripsi juga bisa didefinisikan sebagai suatu wacana yang berusaha menyajikan suatu hal atau objek pembicaraan yang seakan-akan para pembaca melihat sendiri objek tersebut se olah-olah berada di depan mata para pembaca (Keraf : 1995)

Tujuan teks deskripsi

Tujuan teks deskripsi adalah membuat pembaca seakan-akan berada di tempat kejadian, ikut merasakan, mengalami, melihat dan mendengar mengenai satu peristiwa atau adegan.

Pembaca memperoleh kesan atau citraan sesuai dengan pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulis sehingga seolah-olah pembaca yang melihat, merasakan, dan mengalami sendiri obyek tersebut. Untuk mencapai kesan yang sempurna, penulis deskripsi merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan.

Ciri-ciri teks deskripsi

Seperti teks yang lain untuk mengenali sebuah teks deskripsi dan juga bisa membuat paragraf deskripsi maka langkah yang harus diketahui adalah ciri-ciri teks tersebut.

Adapun ciri-ciri dari teks deskripsi secara umum adalah sebagai berikut:
  1. Menggambarkan atau melukiskan sesuatu
  2. Penggambaran dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera
  3. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri
  4. Menjelaskan ciri-ciri objek seperti warna, ukuran, bentuk, dan keadaan suatu objek secara terperinci 

Pola pengembangan teks deskripsi

Sedangkan pola pengembangan teks deskripsi adalah sebagai berikut:

1. Deskripsi Spasial ( Paragraf ini menggambarkan objek kasus ruangan, benda, atau tempat )
Paragraf deskripsi spatial adalah paragraf yang topiknya berupa ruang atau tempat. Paragraf ini mendeskripsikan suatu ruang atau tempat dengan sangat jelas kepada para pembacanya.

2. Paragraf Deskripsi Objektif 
Objektif bermakna apa adanya atau sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu, paragraf ini menggambarkan suatu objek dengan sesuai kenyataan tanpa adanya opini atau kesan pribadi seorang penulis.

3. Deskripsi subjektif ( Menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis )
Paragraf Deskripsi Subjektif Berbeda dengan paragraf deskripsi objektif, paragraf ini menggambarkan suatu objek berdasarkan apa yang dirasakan, dilihat oleh penulis itu sendiri. Dengan kata lain, penulis menuangkan opini-opini pribadi tentang keadaan suatu benda atau objek tersebut.

Struktur teks deskripsi

Teks deskripsi tersusun atas beberapa struktur yaitu:
  1. Deskripsi umum Pada bagan deskripsi umum dijelaskan tentang definisi/identitas objek yang dideskrpsikan). 
  2. Deskripsi bagian Pada bagian deskripsi bagian dijelaskan pengklasifikasian objek yang dideskripsikan. Pengklasifikasian dijelaskan secara lebih rinci dengang memberikan gambaran-gambaran yang jelas. 
  3. Penutup Kesimpulan atau penegasan hal-hal yang penting.

Jenis teks deksripsi

Macam-Macam Paragraf Deskripsi Secara umum, paragraf deskripsi dibedakan atas dua macam, yaitu :

a. Deskripsi Imajinatif/Impresionis 
Deskripsi imajinatif atau impresionis adalah paragraf yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisannya harus dilihat dari berbagai segi agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.
 Contoh :
Malam gelap gulita di hulu sungai Brantas. Sebentar-sebentar hiruk pikuk yang tiada berketentuan itu menjadi satu dengan gegap gempita yang mendasyatkan dan mengecilkan hati, pertanda seorang raja rimba alam jatuh ke tanah untuk selama-lamanya. Ramai peperangan di rimba itu dan rupanya tak akan berhenti. Tak ada kasihan- mengasihani, yang rebah tinggal rebah, tak akan ada yang mengangkatnya. Sekali-kali terang cuaca hutan belantara itu, seperti diserang api. Tetapi kenyataanya dalam sekejap mata hilangnya cahaya yang berani menyerbukan dirinya ke tengah peperangan itu, dimusnakan oleh musuh lamanya “raja gulita”.

b. Deskripsi faktual/ekspositoris
Deskripsi faktual/ekspositoris adalah paragraf yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaannya.

Agar suatu objek mampu membangkitkan daya khayal pada diri pembaca, penulis harus melukiskannya dari berbagai sudut pandang.

Semakin rinci penulisannya, semakin jelas tergambar dalam bayangan pembaca. Apabila objek yang dilukiskan itu adalah seseorang, perinciannya dapat dilakukan terhadap aspek fisik maupun aspek rohaninya. Aspek rohani meliputi perasaan, watak, bakat, peranannya dalam suatu bidang kerja, dan sebagainya.

Contoh :
Di sudut dekat pintu duduk seorang laki-laki. Namanya Paijo. Dia memakai celana pendek dan baju kaos yang telah sobek-sobek, yang melukiskan kemelaratan dan kemiskinan yang sehari- hari dideritanya. Pada dadanya yang bidang dan berisi, lengannya yang kukuh penuh urat dapat dilihat betapa berat pekerjaan sehari-harinya. Air mukanya yang keruh, pipinya yang kempis, dan matanya yang cekung menyatakan bahwa jalan hidup yang telah ditempuhnya penuh rintangan dan duri.

Unsur atau kaidah kebahasaan teks deskripsi 

Unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan yang dilibatkan dalam teks deskripsi yaitu:

1. Rujukan Kata 
Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan. Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk)

2. Kata berimbuhan 
 Kata berimbuhan adalah kata dasar yang mendapat awalan (prefiks),akhiran (sufiks), dan sisipan (infiks), contohnya:
  • penari (tari), 
  • berjumlah (jumlah). 
  • menyanyikan (nyanyi)
  • berbahasa (bahasa)
  • bercampur (campur)
  • menari (tari)

3. Konjungsi  (kata sambung / kata hubung)
Kata hubung (konjungsi) adalah kata yang digunakan sebagai penghubung antar kata, frasa, klausa, atau kalimat.

Fungsi kata hubung (konjungsi)
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kata dengan kata lainnya dalam satu kalimat. 
  • Konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung satu kalimat dengan kalimat lainnya. 
 Jenis Konjungsi
Jenis Konjungsi Berdasarkan fungsinya, konjungsi dibagi menjadi dua: 
a. Konjungsi Intrakalimat:
Konjungsi intrakalimat yaitu konjungsi yang digunakan dalam satu kalimat. Contoh: dan, juga (bermakna penambahan), atau (bermakna pilihan), tetapi (bermakna ), karena, sehingga (bermakna sebab-akibat), lalu, kemudian (bermakna kelanjutan).

Contoh konjungsi intra kalimat seperti:
Pada awalnya Tari Saman merupakan salah satu media untuk menyampaikan pesan (dakwah) dan ditarikan oleh laki- laki. 

Kalimat di atas menggunakan kata hubung (konjungsi) intra kalimat “dan” yang bermakna penamabahan.

b.Konjungsi Antar kalimat
Konjungsi antarkalimat yaitu konjungsi yang dugunakan untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. 
Contoh: meskipun demikian, dengan demikian, oleh sebab itu, oleh karena itu, akhirnya, selanjutnya, lalu, kemudian.

Contoh penggunaan konjungsi akan tetapi dan oleh karena itu antar kalimat :
Ki Hajar Dewantara berasal dari keluarga keraton Jogjakarta. Akan tetapi, ia begitu dekat dengan rakyatnya.

Novita ingin mendapatkan beasiswa prestasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, ia selalu giat belajar

4. Kelompok kata (frasa)
Kelompok kata atau frasa yaitu kumpulan kata  2 kata atau lebih yang tersusun dari kata bermakna dan membentuk arti kata baru.
Contoh kelompok kata misalnya : saputangan, takbenda

5.Katabaku dan tidak baku Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI). Kata baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi( lisan dan tertulis) sedangkan non-baku atau tidak baku sebaliknya.

Contoh Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia
  1. telur – telor 
  2.  jadwal – jadual
  3. rezim – rejim 
  4. negeri – negri 
  5. hierarki – hirarki 
  6. bus – bis 
  7.  jenazah – jenasah 
  8. anugerah – anugrah
  9. karier – karir
  10. telepon – telefon
  11.  izin – ijin
  12. debit – debet
  13. dekret – dekrit
  14. museum – musium
  15.  kaus – kaos 
  16. risleting – resleting 
  17. terampil – trampil
  18. desain – disain 
  19. saraf – sarap 
  20. kempis – kempes 
  21. nomor – nomer
  22. penggawa – punggawa 
  23. deksripsi – diskripsi
  24. kerupuk – krupuk
  25. zamrud – jamrud
  26. formal – formil
  27. afdal – afdol
  28. museum – musium
  29. apotek – apotik
  30. aktual – aktuil
  31. antre – antri
  32. saraf – sarap
  33. cedera – cidera
  34. definisi – difinisi 
  35. cenderamata – cinderamata 
  36. metode – metoda
  37. atmosfer – atmosfir
  38. pensil – pinsil
  39. cendekiawan – cendikiawn 
  40. personel – personil 
  41. zaman – jaman 
  42. malapraktik – malpraktik 
  43. akta – akte

6. Penggunaan huruf kapital dan tanda baca
Teks deskripsi juga tidak lepas dari penggunaan huruf kapital dan tanda baca

Contoh teks deskripsi

 Saya mempunyai seekor binatang peliharaan, yaitu kucing. Kucing itu saya beri nama Pussy. Dia kucing yang lucu dan manis. Matanya berwarna kuning dan bulunya berwarna putih kecoklat - coklatan. Dia senang sekali tidur di atas bantal kesayanganku. Terkadang, ia juga suka tidur di pangkuanku saat aku sedang mengerjakan PR atau menonton televisi. Saya sangat menyayanginya karena kucing itu pemberian dari ayah sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-8.

Contoh teks deskripsi tempat
Siang itu aku sedang berada di sebuah perpustakaan umum. Perpustakaan itu cukup luas dan nyaman. Perpustakaan itu juga bersih dan tidak ada sampah yang berserakan di luarnya.....

Contoh Teks deskripsi Orang 
Penjaga perpustakaannya seorang wanita yang mempunyai suara yang lembut dan berambut panjang. Dia juga baik dan ramah terhadap semua pengunjung......

Contoh Teks Deskripsi Suasana
Siang itu tidak terlalu banyak pengunjung, sehingga perpustakaan itu sepi. Mungkin karena cuaca yang panas dan masih jam sekolah sehingga perpustakaan itu sepi pengunjung......

Teks Iklan (struktur teks, kaidah kebahasaan,ciri-ciri, fungsi dan contoh teks iklan)

Mendengar kata iklan di jaman sekarang tentu bukanlah hal yang asing, karena di era informasi saat ini ada banyak sekali jenis iklan yang sering kita jumpai di beberapa media, biasanya terdapat di di media-media elektronik dan media cetak seperti di televisi, majalah koran dan media lainnya.

Iklan biasanya dibuat dengan tujuan untuk mempengaruhi, mengingatkan, menginformasikan, melarang membujuk dan merayu target audience, salah satu yang paling berperan di dalam sebuah iklan adalah teks iklan, teks iklan biasanya dibuat sedemikian rupa sehingga mampu mempengaruhi target audience.

Untuk membuat teks iklan yang baik dan benar tentu tidaklah sembarangan, ada aturan tertentu yang harus dilibatkan, pada umumnya teks iklan memiliki struktur, kaidan kebahasaan dan ciri-ciri khusus sesuai dengan fungsinya. bahkan di lembaga pendidikan teks iklan ini dipelajari secara khusus, salah satunya banyak dipelajari di tingkat sma /smk di mata pelajaran bahasa indonesia kelas XII kurikulum 2013.



Bagi anda yang kebetulan sedang mencari materi tentang teks iklan, maka di artikel kali ini saya akan sajikan artikel yang membahas tentang teks iklan secara terperinci. sehingga anda bisa memahami struktur dan kaidah teks iklan dengan baik dan benar, yang pada akhirnya anda akan mampu menginterpretasi makna teks iklan baik secara lisan maupun tulisan, dan juga anda diharapkan mampu memproduksi teks iklan yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun  tulisan.

Sub pokok bahasan yang akan diuraikan di artikel kali ini meliputi, pengertian teks iklan, kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks iklan, struktur isi teks iklan, ciri-ciri, fungsi dan juga dilengkapi dengan beberapa contoh jenis teks iklan.

Pengertian teks iklan

Secara umum pengertian dari teks iklan adalah  suatu media komunikasi yang sangat efektif untuk menyampaikan informasi kepada target audience  dengan tujuan untuk mempengaruhi, mempromosikan, mengingatkan, menginformasikan, melarang membujuk dan merayu target audience.

Teks iklan juga memiliki pengertian secara khusus tergantung dari jenis iklan yang ingin dibuat, untuk iklan sebuah produk misalnya, Teks iklan merupakan salah satu media promosi yang efektif dalam memasarkan berbagai produk kepada konsumen karena daya jangkauannya yang luas dan masif. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan suatu produk, baik barang maupun jasa kepada masyarakat, guna menarik perhatian masyarakat untuk mengenali, membeli, hingga mengonsumsi atau menggunakan produk yang diiklankan.

Fungsi teks iklan

Secara sederhana, pengertian teks iklan adalah sebagai pesan yang menawarkan suatu  produk yang ditunjukkan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. namun untuk mmebedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.

iklan mempunyai beberapa fungsi yaitu sebagai berikut:

1. Sebagai persuasi / upaya pendekatan ( mengarahkan konsumen untuk membeli)

2. Sebagai informasi (menyampaikan produk baru) 2.

3. Sebagai reminder atau pengingat (iklan mengingatkan konsumen tentang produk tertentu agar selalu menggunakanproduk tersebut)

Struktur teks iklan dan rumus teks iklan

Struktur teks adalah aturan penulisan untuk menyusun sebuah teks. Pada Sebuah Iklan, baik yang dipublikasikan melalui media penyiaran seperti televisi atau media cetak, pada dasarnya memiliki Struktur khusus, struktur iklan pada kedua media tersebut pada dasarnya sama, hanya bentuknya berbeda karena perbedaan karateristik medianya-mediumnya.

Struktur dari teks iklan secara umum adalah sebagai berikut:


1.Judul (kepala tulisan atau headline)
Judul iklan biasanya  terletak di bagian paling atas dari teks iklan, namun tidak selalu di atas, dan tidak semua iklan mencantumkan judul, sebagian teks iklan meletakkan nama produk di bagian paling atas sebagai judul, judul biasanya biasanya dibuat agar dapat dilihat pertama kali oleh orang, biasanya dibuat besar dan tebal.

2. Sub judul(sub headline)
Subheadline biasanya digunakan untuk memberikan informasi yang sangat penting kepada calon konsumen,  biasanya berisi mengenai keunggulan produk yang diharapkan mampu memikat calon konsumen.

3. Amplifikasi (perluasan / penjelasan tentang produk)
Berisi deskripsi produk yang diiklankan, seperti spesifikasi, cara mendapatkan produk yang diiklankan, alamat, dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Naskah atau teks iklan yang mengikuti headline. Sering juga disebut bodycopy/ body text. Pada bagian ini konsepnya adalah penjelasan lebih rinci tentang produk atau barang/jasa yang ditawarkan. Catt: produk2 yang mahal sperti mobil, rumah,dll biasanya diperlukan body text atau amplifikasi iklan.

Rumus Membuat teks iklan

Untuk menghasilkan iklan yang baik selain memperhatikan struktur iklan diperlukan juga rumus iklan AIDCA1 yaitu sebagai berikut:

Rumus AIDCA
  • Attention (Perhatian) 
  • Interest (Minat) 
  • Desire (Kebutuhan/keinginan) 
  • Conviction (rasa percaya) 
  • Action (Tindakan) . 

1.Attention
Attention berarti bahwa iklan harus mampu menarik perhatian khalayak sasaran. Untuk itu, iklan membutuhkan bantuan ukuran, penggunaan warna, tata letak, atau suara-suara khusus

  • Size untuk media cetak 
  • Air time untuk penyiaran 
  • Warna (spot atau full color), tata letak (lay out) 
  • Jenis Huruf 
  • Menggunakan headline, slogan yang mudah di ingat. 
  •  
2. Interest
Iklan berurusan dengan bagaimana konsumen berminat dan memiliki keinginan lebih jauh. Dalam hal ini konsumen harus dirangsang agar mau membaca, mendengar, atau menonton pesan-pesan yang disampaikan. Perhatian harus segera ditingkatkan menjadi minat agar pembeli ingin mengetahui lebih rinci

3. Desire
Bermakna bahwa iklan harus mampu menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk tersebut. Contoh: Lady Card, Special Card For Special Lady. Gudang Garam Selera Pemberani

4. Conviction
Mengandung arti bahwa iklan harus mampu menciptakan kebutuhan calon pembeli. Konsumen mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh untuk membeli produk tersebut. Untuk menimbulkan Ras Percaya pada diri pembeli. Menggunakan Pembuktian Ahli, Demo, menggunakan artis public figure. memberikan pandangan positif pada konsumen tentang produk.

5. Action (Tindakan)
Mengandung arti bahwa iklan harus memiliki "daya" membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan suatu tindakan pembelian. Dalam hal ini dapat digunakan kata beli, ambil, hubungi, rasakan, gunakan, dan lain-lain. Sumber: Kasali, Renald. 1995., "Manajemen Periklanan: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia", Jakarta: Gr

Ciri Kebahasaan Teks Iklan (Kaidah kebahasaan)

Ciri atau Kaidah kebahasaan teks iklan adalah aturan bahasa yang digunakan dalam sebuah teks iklan, kaidah kebahasaan di dalam teks iklan adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Slogan
Slogan adalah perkataan atau kalimat yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menyampaikan sesuatu, slogan adalah pernyataan atau susunan kata tertentu yang menjelaskan singkat suatu produk atau jasa layanan sehingga mudah diingat publik. Slogan sangat penting untuk dunia periklanan. Dengan slogan, iklan tersebut akan mudah diingat publik dan akan lebih terkenal.
contoh:
Merdeka atau mati, say no to drugs dll.

2. Kalimat Persuasif
Kalimat persuasif adalah kalimat yang bertujuan meyakinkan dan membujuk pembaca agar melaksanakan atau menerima gagasan penulis terhadap suatu hal. Terdapat beberapa kalimat persuasif yang terdapat pada iklan produk tersebut.

3. Menggunakan Subjek Orang Pertama
Teks iklan biasanya menggunakan subjek orang pertama tunggal atau jamak, seperti aku, saya, dan kami untuk mengganti pihak atau instansi pemasang iklan. Subjek yang digunakan pada teks iklan tersebut adalah subjek orang pertama jamak, yaitu kami.

Ciri iklan yang baik

Ciri ciri iklan yang baik adalah sebagai berikut:

1. Mempunyai sasaran yang jelas,dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua,ini juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen tergantung pada kualitas,harga,distribusi(jangkauan pemasaran)

2. Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dariproduk dan jasa yang di iklankan

3. Mempunyai daya tarik tertentu hingga konsumen yang di sasarnya bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan,selain kata kata menarik,daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.

4. Sajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.

5. komunikasi iklan memiliki empat unsur utama yaitu :
  • Pengirim iklan adalah produsen atau dalam bisnis periklanan di wakili biro iklan 
  • Isi iklan dalam iklan ada headline kalimat singkat tidak lebih dari 10 kata dan di harapkan konsumen langsung dapat banyak informasi mengenai produk dan jasa body copy adalah informasi tambahan bila konsumen tertarik. 
  • Media komunikasi tempat iklan di sajikan baik di media cetak,media elektronik atau media lainnya antara lain media internet yang penetrasinya di indonesia masih kurang,billboard dll. 
  • Penerima iklan konsumen yang di sasar produk barang atau jasa kita 

6. Pilihlah slogan dengan kata kata padat dan berisi yang merupakan gambaran terhadap headline di mana konsumen dapat membaca lebih detail. 

Syarat teks iklan

Sedangkan Syarat-syarat Iklan yang baik adalah sebagai berikut:

Ditinjau dari isinya, iklan harus :
a. Harus objektif dan jujur

b. Singkat, jelas dan mudah dipahami

c. Tidak menyinggung pihak lain

d. Menarik perhatian orang banyak


Ditinjau dari bahasanya, iklan harus : 

a. Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan

b. Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak

c. Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan

d. Teks iklan harus menuju sasaran 

Langkah-langkah menyusun teks iklan

Untuk memudahkan dalam membuat teks iklan, ada langkah-langkah yang bisa anda gunakan sebagai berikut:

1. Mempelajari apa yang di iklankan dan mengetahui produk pesaingnya.

2. Mempelajari tujuan produk yang akan diiklankan.

3. Melakukan kegiatan pengumpulan ide-ide.

4. Memilih ide yang paling terbaik.

Jenis-Jenis Iklan
Iklan terdiri dari berbagai jenis diantaranya adalah sebagai berikut:


1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman, yaitu iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.

2. Iklan Undangan, yaitu iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.

3. Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yaitu iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepad amasyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.

4. Iklan Permintaan, yaitu iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.

5. Iklan Penawaran, yaitu iklan yang bertujuan menawarkan suatu produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan- perusahaan.

6. Iklan Artikel, yaitu iklan yang berisi informasi/penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan, isi, keunggulan dan penutup.

Contoh teks iklan

salah satu contoh teks iklan bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

contoh teks iklan

Teks iklan pada contoh di atas adalah sebagai berikut:

Listrik pintar
solusi isi ulang dari PLN
Saatnya anda beralih ke listrik pintar
hubungi kontak center PLN 123 dan pasang listrik pintar sekarang juga.
www.pln.co.id

Struktur dari teks iklan di atas adalah sebagai berikut:

Judul:
Listrik Pintar

sub judul:
Solusi isi ulang dari PLN

Tubuh Iklan:
Saatnya anda beralih ke listrik pinatar

Perluasan:
hubungi kontak center PLN 123 dan pasang listrik pintar sekarang juga.
www.pln.co.id


Itulah uraian lengkap tentang teks iklan, semoga bermanfaat


# Teks Berita: (Pengertian, Struktur, pola, kaidah, ciri, Klasifikasi dan contoh teks berita)

Teks berita dipelajadi di kelas XII SMU/SMK dengan kurikulum 2013 di mata pelajaran bahasa indonesia, dengan mempelajari teks berita siswa diharapkan mampu memahami dan menginterpretasi teks berita baik secara lisan maupun tulisan.

Oh ya. di era informasi saat ini teks berita tentunya bukanlah suatu hal yang asing, bahkan tks berita sering kita dengar dan sering kita baca, misalnya ketika kita menonton berita di televisi, secara tidak langsung kita telah mendengar dan menyaksikan bagaimana berita dibacakan dan bagaimana isi berita yang disampaikan, begitu juga ketika kita membaca berita di surat kabar seperti koran, secara tidak langsung kita sudah membaca teks berita bagaimana teks berita tersebut disampaikan.

Teks berita tidak dibuat sembarangan namun penuh dengan unsur-unsur berita yang membuat daya tarik kepada masyarakat, sehingga dapat mempengaruhi masyarakat umum secara tidak langsung, pembuatan teks berita ada aturan khusus yang harus diikuti karena teks berita berbeda dengan teks non-berita kebanyakan.

teks berita


Untuk mengetahui teks berita secara lebih lengkap, di artikel kali ini saya akan sajikan mengenai pengertian, struktur, ciri, kaidah kebahasaan yang sering digunakan di dalam teks berita, sehingga anda akan lebih mudah memahaminya dan membuat teks berita dengan baik dan benar.

Pengertian Teks Berita

Teks berita adalah jenis teks narasi yang melaporkan kejadian, peristiwa atau informasi mengenai sesuatu yang telah atau sedang terjadi.

Sedangkan pengertian berita menurut KBBI – be·ri·ta n 1 cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yg hangat; kabar: semalam dia mendengar -- bahwa kampungnya dilanda banjir; 2 laporan: ia bertugas membuat -- harian; 3 pemberitahuan; pengumuman: -- redaksi; 2

Ciri-ciri Teks Berita

Untuk mengenali jenis teks bahwa teks tersebut merupakan sebuah teks berita maka kita harus mengetahui ciri-ciri dari teks berita itu sendiri, ciri-ciri teks berita ini selalu dilibatkan sebagai unsur pembuatan teks berita. jadi jika anda ingin membuat sebuah teks berita jangan lupa untuk melibatkan ciri-ciri teks berita.

Ciri-ciri dari teks berita meliputi faktual, aktual, unik dan menarik, berpengaruh bagi masyarakat luas, melibatkan waktu dan kronologi kejadian, objektif dan menggunakan bahasa baku, untuk lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1. Faktual 
Faktual adalah suatu kejadian yang bersifat nyata, benar-benar terjadi dan tidak terikat oleh waktu, baik kejadian itu terjadi saat ini, atau di masa lalu.

Dalam teks berita harus engandung unsur terkini, terbaru, terhangat, baru saja atau sedang terjadi. Pengertian terbaru, bisa merupakan fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama, atau peristiwa yang baru saja terjadi


2. Aktual 
Aktual adalah suatu kejadian yang bersifat nyata dan benar-benar terjadi dan sedang hangat-hangatnya menjadi pembicaraan orang banyak, bersifat ke kinian atau baru.

3. Unik atau menarik 
Teks berita harus unik atau berbeda penyampaiannya dengan yang lain dan dikemas dengan kata-kata yang menarik yang dapat menarik perhatian pendengar atau pembacanya.

Unsur menarik maksudany adalah berita harus menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari masyarakat untuk menyimak isi berita tersebut. Peristiwa yang menarik dan diminati oleh masyarakat biasanya bersifat menghibur, aneh, memiliki unsur kedekatan, mengandung nilai kemanusiaan, mengandung unsur seks, kriminalitas dan konflik

4. Berpengaruh bagi masyarakat luas
Teks berita harus memberikan pengaruh terhadap masyarakat sebagai pendengar

5. Terdapat waktu dan tempat kronologi kejadian
Teks berita biasanya selalu dilengakapi dengan runtutan waktu kapan terjadi dan juga kronologi kejadian atau bagaimana peristiwa yang menjadi berita terjadi.

6. Objektif
Objektif adalah bahwa berita yang disampaikan benar-benar berita sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau opini pribadi.

7. Bahasa baku, sederhana, dan komunikatif
Bahasa yang digunakan di dalam teks berita pada umumnya menggunakan bahasa baku sederhana dan komunikatif. Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku, dan kamus umum.

Struktur teks berita (Piramida terbalik)

Struktur teks berita adalah susunan mengenai cara teks tersebut dibangun. Struktur teks berita adalah sebagai berikut: 

a. Orientasi Berita, 
Orientasi berita berisi mengenai pembuka dari suatu peristiwa yang diberitakan. Biasanya terdapat penjelasan singkat mengenai berita tersebut. 

b. Peristiwa, 
Peristiwa berisi mengenai jalannya kejadian dari awal sampai akhir yang didasari pada peristiwa yang terjadi dan dijelaskan berdasarkan fakta dari lapangan. 

c. Sumber Berita
Berisi mengenai sumber didapatnya berita tersebut. Biasanya berita yang ditambahkan sumber dituliskan pada media cetak seperti koran, tapi tidak jarang media elektronik juga menyertakan sumber berita terutama di Internet

Pola penulisan Berita (Piramida terbalik)

Piramida terbalik adalah salah satu konsep, formula atau struktur penulisan berita atau sebuah acuan baku yang sering digunakan oleh para wartawan untuk menyusun sebuah teks berita. 

Penggunaan metode piramida terbalik berkaitan dengan space atau ruang dalam halaman yang disediakan untuk memuat berita. Ketika berita itu terlalu panjang dan tidak cukup untuk dimuat di halaman yang disediakan, maka editor bisa membuang bagian berita itu mulai dari paling bawah atau derajat informasi pentingnya yang paling rendah yang biasanya diletakan di bagian bawah atau akhir berita.

Struktur teks berita piramida terbalik bisa dilihat pada gambar di bawah ini:
struktur teks berita piramida terbalik

1. Lead / Prioritas Utama Penting

Bagian paling ata adalah Lead atau kepala berita merupakan puncaknya. Pada urutan paling puncak yang menempati derajat prioritas utama pentingnya informasi ini, wartawan harus menuliskan informasi utama. Setidaknya, pada bagian ini wartawan harus menjawab sebagian besar unsur 5 W + 1 H. Kenapa begitu? Jika pemotongan berita yang dilakukan editor karena keterbatasan halaman, berita ini masih memiliki arti dan layak sebagai sebuah berita.

2. Neck / Sangat Penting

Bagian kedua dari atas adalah Neck atau leher berita bagian ini adalah urutan yang sangat penting. Bagian ini disebut neck atau leher karena umumnya merupakan peralihan alur atau penyambung alur ide berita yang ada pada bagian lead atau kepala berita untuk dilanjutkan pada gagasan-gagasan yang tertuang pada bagian berikutnya yang menempati derajat prioritas lebih rendah.

3. Body / Penting
Berikutnya adalah bagian body, umumnya merupakan penjabaran dari gagasan berita yang termaktub dalam lead dan neck. Penjabaran itu bisa merupakan jawaban why (mengapa) dan how).

4. Body Lanjutan / Kurang Penting
dan yang terakhir adalah bagian body lanjutan, bagian ini mencantumkan berbagai data yang tidak terlalu penting ditempatkan. Misalnya daftar nama orang-orang yang mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang jika dihilangkan oleh editor tidak terlalu berpengaruh terhadap substansi atau pokok bahasan berita tersebut.


Kaidah kebahasaan teks berita

Sedangkan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks berita adalah sebagai berikut:

1. Verba transitif 
Verba transitif merupakan verba yang dapat diubah ke bentuk pasif. 

Contoh : Pejabat Kementerian Luar Negeri Tiongkok menuduh kapal-kapal asal Vietnam telah lebih dari 1.400 kali menabrak kapal-kapal Tiongkok di dekat lokasi anjungan pengeboran minyak yang kontroversial di Laut Tiongkok Selatan. 

2. Verba pewarta
Verba pewarta adalah verba yang mengindikasikan suatu percakapan. 

Contoh: Dalam tayangan televisi di Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa pertemuan di Geneva, Swiss, itu juga membahas sanksi yang telah merusak ekonomi negara yang sangat bergantung pada minyak tersebut. 

3. Adverbia atau kata keterangan 
Adveria adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain. 

4. Konjungsi temporal 
Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berhubungan dengan waktu. 

Contoh : kemudian, setelah, akhirnya. 

5. Kalimat langsung 
Kalimat langsung adalah sebuah kalimat yang merupakan hasil kutipan langsung dari pembicaraan seseorang yang sama persis seperti apa yang dikatakannya. 

6. Kalimat tidak langsung 
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. 

7. Bahasa yang digunakan: 
  • Baku dan sederhana 
  • Menarik 
  • Singkat, padat dan lugas 
  • Komunikatif 
  • Netral atau objektif

Perbedaan Teks berida dan teks non berita

Teks berita dari susunan dan strukturnya sangat berbeda dengan teks non berita, untuk mengetahui lebih jelas mengenai perbedaan teks berita dan teks non-berita adalah sebagai berikut:

Teks Berita 

  • Faktual dan aktual 
  • Dibuat oleh wartawan 
  • Susunan piramida terbalik (menjelaskan hal pokok di awal) 
  • Bahasa komunikatif 
  • Tidak mencantumkan opini pribadi

Teks Non-Berita

  • Faktual 
  • Dibuat oleh ahli dalam bidangnya 
  • Induktif (hal pokok di akhir) 
  • Bahasa sesuai jenis teks
  • Mencantumkan opini pribadi

Unsur Peristiwa dalam teks berita

Teks berita selelu melibatkan waktu dan kronologi kejadian atau peristiwa, unsur peristiwa yang digunakan dalam teks berita dikenal dengan 5H sebagai berkut:

1)What Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur what, yaitu berisi pernyataan yang dapat menjawab pertanyaan apa. 

2) Who Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur who, yaitu disertai keterangan tentang orang-orang yang terlibat dalam peristiwa. 

3) When Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur when, yaitu menyebutkan waktu kejadian peristiwa. 10

4) Where Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur where, yaitu berisi deskripsi lengkap tentang tempat kejadian. 

5) Why Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur why, yaitu disertai alasan atau latar belakang terjadinya peristiwa. 6) How Suatu berita dikatakan baik jika memenuhi unsur how, yaitu dapat dijelaskan proses kejadian suatu peristiwa dan akibat yang ditimbulkan.

Teknik Membacakan Berita

Teks berita harus didukung oleh penyampaian atau cara membacakan berita yang dapat mendukung unsur-unsur daya tarik berita tersebut, Teknik membacakan berita adalah sebagai berikut:

1. Lafal 
Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Bunyi bahasa Indonesia meliputi Vokal, konsonan, diftone, gabungan konsonan. 

2. Tekanan/Nada 
Tekanan atau nada adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu kata. Dalam hal ini nada berfungsi untuk member tekanan khusus pada kata-kata tertentu 

3. Intonasi 
Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Intonasi berfungsi sebagai pembentuk makna kalimat 

4. Jeda 
  • Jeda adalah perhentian lagu kalimat. Jeda terbagi ke dalam 3 jenis yaitu : 
  • Jeda panjang ( . ) titik 
  • Jeda sedang ( , ) koma 
  • Jeda pendek ( _ ) spasi 

5. Volume 
Volume suara adalah takaran perlahan atau kerasnya suara yang dikeluarkan 6. Tempo Tempo adalah lambat atau cepatnya pembacaan sebuah berita

Contoh teks berita

Selamat pagi pendengar,/ “Dunia Pagi Ini” BBC Siaran Indonesia, Sabtu 22 September 2017, masih bersama saya Ashari Usman dan Muhammad Susilo dengan ringkasan berita. Chile mengekstradisi mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori yang dituduh melakukan korupsi dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Bocoran sebuah laporan mengecam keras besarnya korupsi di dalam pemerintahan Irak. Dan perusahaan mainan anak-anak, Mattel, meminta maaf kepada China sehubungan dengan penarikan jutaan boneka buatan negara itu beberapa waktu lalu. Inilah berita dan laporan selengkapnya dari BBC Siaran Indonesia.

# Teks Penggalan Novel : (Pengertian, Struktur, kaidah teks,unsur intrinsik dan ektrinsik dan contoh teks novel)

Teks penggalan novel dipelajari di kelas XII SMK dan SMA/SMU untuk pelajaran bahasa indonesia yang menggunakan kurikulum 2013, teks penggalan novel adalah sebagaian teks yang terdapat di dalam novel, teks penggalan novel biasanya mengandung unsur-unsur yang terdapat di dalam sebuah novel.

Teks penggalan novel perlu dipelajari agar siswa mampu menganalisa isi novel terutama yang berkaitan dengan unsur-unsur yang terdapat di dalam novel seperti unsur intrinsik, unsur ektrinsik, struktur bahasa, ciri atau kaidah kebahasaan dan gaya bahasa yang digunakan di dalam novel, dengan mengetahui teks novel secara detail diharapkan siswa mampu membuat atau menulis teks novel sendiri.

Pengertian, Struktur, kaidah teks,unsur intrinsik dan ektrinsik dan contoh teks novel


Pengertian novel

Novel menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diartikan sebagai ‘karangan prosa yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku’

Novel juga bisa didefinisikan sebagai sebuah karya fiksi prosa yang yang tertulis dan naratif. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tentang tokoh-tokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Kata novel berasal dari bahasa Italia, novella yang berarti “sebuah kisah, sepotong berita” dan novel memiliki cerita yang lebih kompleks dari cerpen.

Sedangkan karya fiksi adalah cerita rekaan buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di dalamnya menjadi bermakna dikarenakan daya khayal, angan-angan atau fantasi olah fikir ide kreativitas si penulis.

Unsur Instrinsik Novel

Sebuah karya sastra biasanya selain tersusun dari unsur ektrinsik juga memiliki unsur intrinsik, unsur intrinsik adalah  unsur yang membangun karya sastra dari dalam karya sastra itu sendiri. unsur intrinsik untuk teks novel terdiri dari tema, alur atau plot, tokoh, latar, sudut pandang, diksi dan amanah, seperti yang di uraikan di bawah ini:

1. Tema
Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat

2. Alur (plot), merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan urutan waktu kejadian. Tahap alur meliputi pengenalan, penampilan masalah, pemunculan konflik, puncak ketegangan (klimaks), peleraian (antiklimaks), dan penyelesaian (konklusi).

3. Tokoh (perwatakan)
Tokoh adalah pelaku yang dikisahkan pemain dalam cerita. Tokoh dalam sebuah novel bisa berupa tokoh jahat atau tokoh baik. Sedangkan penokohan adalah sifat, watak atau kaakter yang dimiliki oleh para tokoh di dalam cerita. Penggambaran penokohan dapat berupa uraian langsung dan tidak langsung. Contoh : baik, sombong, jujur, dll

4. Latar
Latar adalah unsur yang merujuk pada tempat, waktu dan suasana yang melatarbelakangi peristiwa dalam cerita terjadi. Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu 1) latar tempat, 2) latar waktu, dan 3) latar suasana. Contoh : Di Sekolah, pagi hari, menyenangkan

5. Sudut pandang, adalah cara pengarang dalam menyajikan peristiwa dan tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah cerita. Sudut pandang berkaitan dengan gaya pengisahan seorang pengarang terhadap ceritanya. Sudut pandang ada dua, yaitu sudut pandang orang pertama “aku” dan sudut pandang orang ketiga “dia”

6. Amanat, adalah pesan yang terkadung dalam sebuah cerita. Amanat dalam novel pada umumnya disampaikan pengarang kepada pembaca melalui dua cara, yaitu secara tersurat (dapat dilihat langsung) dan tersirat (dipahami dari balik cerita)

Struktur teks cerita fiksi novel

Struktur teks adalah bagian-bagian terpisah yang menusun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Adapun struktur teks pada teks novel meliputi abstract, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. 

Untuk memahami lebih dalam tentang cerita fiksi atau teks novel maka yang harus diketahui adalah struktur teks dari novel tersebut, sebagai berikut:

1. Abstract (Gambaran atau ringkasan awal cerita)
2. Orientasi (Bagian awal teks cerita atau teks pembuka yang biasanya berisi pengenalan tokoh)
3. Komplikasi (masalah mulai muncul)
4. Evaluasi (masalah mulai memuncak)
5. Resolusi (penyelesaian masalah)
6. Koda atau pesan penulis

Ciri atau Kaidah Kebahasaan Teks Novel

Sedangkan kaidah kebahasaan atau ciri atau aturan bahasa yang digunakan dalam teks novel adalah sebagai berikut:
  • Berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. 
  • Biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, disertasi, makalah, dan sebagainya. 
  • Dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya. 
  • Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf obyektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. 
  • Bahasa bermakna denotatif (yaitu makna sebenarnya) juga konotatif, asosiatif (yaitu makna tidak sebenarnya), ekspresif (yaitu memberi bayangan suasana pribadi pengarang), sugestif (yaitu bersifat mempengaruhi pembaca), dan plastis (yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca). 
  • Bahasa bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.
  • Melibatkan gaya bahasa ironi atau sindirian, yang dikatakan kebalikan dari apa yang sebenarnya,contoh: Lekas betul abang pulang baru saja sudah jam 1 malam
  • Melibatkan gaya bahasa sinisme, sindiran yang lebih kasar dari ironi untuk mencemooh, contoh:  Bersih benar badanmu nak, kata ibu kepada anaknya yang baru main seharian
  • Melibatkan gaya bahasa sarkasme, Sindiran yang sangat tajam dan kasar hingga kadang-kadang menyakitkan hati, contoh: Hai binatang enyah kau dari sini.

Contoh teks penggalan novel

Berikut adalah contoh teks penggalan novel yang bisa anda analisa baik dari sisi struktur teks, unsur intrinsik dan gaya bahasa yang digunakan.


Aji merupakan seseorang yang berpawakan tampan, cerdas dan juga keturunan konglomerat. Maka dari itu tidak heran apabila Aji menjadi rebutan begi kaum hawa. Waktu terasa begitu cepat sampai-sampai suatu hari Aji membuat pesta ulang tahun, akan tetapi Angel bingung.

Bingung bukan karena hadiah yang akan diberikan untuk pacar incaranya. Namun berbagai usaha sudah dilakukan sampai harus menemani kakaknya untuk bermain monopoli seharian. Sambil bermain monopoli Angel pun melamun karena sedang butuh uang.

Setelah berbincang-bincang dan membujuk kakanya pada akhirnya Hendra sang kakak dengan ikhlas untuk memberikan uang celengannya saat itu kepada adik tercinta.

Malam pun tiba. Angel dan juga Agnes bersaing untuk menjadi ratu di dalam acara pesta itu. Namun sayangnya pesta tersebut berakhir ricuh dikarenakan kehadiran kakak Angel yang bernama hendra.

Yang membuat Angel begitu terlihat malu kedatangan kakaknya yang keterbelakang mental penuh perjuangan dan sebenarnya bermaksud baik karena ingin mengantarkan kado yang tertinggal.

Pesta tersebut akhirnya ricuh dan Angel pun lari dan mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut menyebabkan tak ada satu orang pun yang bisa menyelamatkan dirinya selain Hendra.

Kecelakaan tersebut menyebabkan Angel koma dan membutuhkan donor hati dengan segera. Pada akhirnya Hendra sebagai sang kakak rela untuk mendonorkan hatinya untuk adik tercintanya.

Pada Bab-bab selanjutnya para pembaca akan melihat potongan kisah yang sangat mengharukan kembali. Agnes Devonar membuat novel ini hanya dalam 1 buku.

Walaupun demikian di setiap bab mulai dari awal cerita hingga akhir cerita ,buku ini mempunyai hubungan yang sangat erat, seperti arti sebuah kehidupan.

Novel ini disajikan dengan bahasa yang apik. Sehingga novel ini bisa menyihir para pembacanya. Sehingga pembaca dapat ikut merasakan semangat, keputusasaan, kebahagiaan dan juga kesedihan.Selain itu, novel ini juga mempunyai problem percintaan dan masalah keluarga.

# Teks Editorial / Opini (tajuk rencana): Pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan dan contoh teks editorial/opini

Teks editorial / opini atau bisa disebut juga sebagai tajuk rencana adalah salah satu materi di pelajaran bahasa indonesia yang diajarkan di kelas XII untuk kurikulum 2013, teks editorial banyak dimuat di berita-berita surat kabar karena teks ini sangat cocok untuk dimuat disurat kabar seperti koran dan surat kabar lainnya mengingat tema tulisannya banyak membahas sedang dibicarakan secara luas oleh masyarakat, aktual, dan faktual dan bersifat argumentatif. sehingga dapat membuat teks menjadi menarik untuk dibaca.

Di artikel kali ini saya akan jelaskan mengenai teks editorial/opini secara terperinci sehingga anda bisa membuat atau memproduksi teks editorial/opini, yang koheren sesuai dengan karakteristik teks baik secara lisan maupun tulisan dan juga anda mampu menganalisa teks editorial untuk menemukan karakteristik dari teks editorial tersebut.

teks editorial atau tajuk rencana


Apa yang akan dijelaskan pada artikel kali ini menyangkut pengertian dari teks editorial/opini, struktur teks, kaidah kebahasaan dan juga contoh sederhana dari teks editorial/opini.

Pengertian teks Editorial/Opini

Berikut beberapa pengertian dari teks editorial/opini atau tajuk rencana

1. Teks editorial opini atau tajuk rencana adalah sikap, pandangan atau pendapat dari penerbit terhadap masalah-masalah yang sedang dibicarakan oleh masyarakat. Opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal atau kontroversial yang sedang terjadi di masyarakat.

2. Teks editorial (tajuk rencana) adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar tersebut diterbitkan.

3. Tajuk rencana (editorial) adalah sebuah tulisan di surat kabar atau koran yang berisi pendapat atau opini redaksi surat kabar/ koran tersebut terhadap permasalahan aktual.

4. Teks editorial/opini adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, ataupun masalah ekonomi yang memiliki hubungan secara signifikan dengan politik

Struktur teks editorial/opini

Struktur teks adalah bagian-bagian terpisah yang membangun sebuah teks hingga menjadi sebuah teks yang utuh. Struktur teks editorial/opini di bagi menjadi 3 bagian yaitu pernyataan pendapat, argumentasi dan pernyataan ulang pendapat, secara lengkap seperti yang di uraikan di bawah ini:

1. Pernyataan pendapat (thesis statement)
Thesis statement adalah Pernyataan pendapat yang berisikan topik tentang sebuah permasalahan yang akan dibahas. 

2. Argumentasi
Argumentasi merupakan pendukung yang akan memperkuat opini yang hendak disampaikan. Pendukung berupa fakta-fakta tentang topik yang diangkat sehingga memberi nilai objektivitas pada tulisan daripada sekadar opini belaka. Pada bagian ini penulis berusaha meyakinkan pembaca bahwa apa yang dikemukakan itu benar.

4. Pernyataan ulang pendapat (reiteration) 
Reiteration merupakan bagaian akhir teks opini yang berisi penegasan kembali pendapat yang telah dikemukakan agar pembaca atau pendengar semakin yakin dengan pandangan yang dikemukakan, (terkadang juga terdapat argument yang disertai saran).

Kaidah kebahasaan teks editorial/opini

Kaidah kebahasaan adalah aturan dan ketentuan cara menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan, kaidah kebahasaan teks editorial/opini adalah sebagai berikut:

1. Adverbia
Adverbia atau kata keterangan (Bahasa Latin: ad, "untuk" dan verbum, "kata") adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) dan adjektiva (kata sifat), yang bukan nomina (kata benda). Contoh lain dari adverbia misalnya sangat, amat, tidak.

Agar dapat meyakinkan pembaca diperlukan ekspresi kepastian yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, yaitu adverbia yang menggambarkan makna berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Kata-kata yang digunakan antara lain : 
  • selalu, 
  • biasanya, 
  • sebagian besar waktu, 
  • sering, 
  • kadang-kadang, 
  • jarang, 
  • dan lainnya.

2. Konjungsi
 Konjungsi atau kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan, atau kalimat-kalimat dan sebagainya, dan tidak untuk tujuan atau maksud lain. Konjungsi tidak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi hanya menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dan sebagainya.

Konungsi dalam kaidah kebahasaan teks editorial/opini merupakan kata penghubung pada teks editorial seperti kata bahkan.

3. Verba Material
Verba material adalah kata kerja berimbuhan yang mengacu pada tindakan fisik, atau pun perbuatan yang dilakukan secara fisik oleh partisipan (aktor).

Struktur kalimat dari verba material adalah :
Subjek (aktor) + Verba Material + objek (sasaran)
Contoh:
Budi (aktor)  Menulis (verba material) buku (objek/sasaran)


4. Verba relasional
Verba relasional adalah verba yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B), dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B). Verba yang pertama tergolong ke dalam verba relasional identifikatif, sedangkan verba yang kedua dan ketiga tergolong ke dalam verba relasional atributif.

verba relasional lebih menekankan pada verba atau kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap. kalimat yang mengandung verba relasional harus memiliki pelengkap, jika tidak maka kalimatnya akan terlihat rancu. 

Struktur kalimat dari verba relasional adalah:
Subjek + Verba relasional + pelengkap
Contoh:
Anak itu (subjek) merupakan (verba relasional) anak terpintar di kelas XII 


5. Verba Mental
adalah verba yang menerangkan persepsi (misalnya melihat, merasa), afeksi (misalnya suka, khawatir), dan kognisi (misalnya berpikir, mengerti). Pada verba mental terdapat partisipan pengindra (senser) dan fenomena.

Struktur kalimat dari verba relasional adalah:
Subjek + Verba mental + pelengkap

Contoh:
Ibu (subjek) khawatir (verba mental afksi) anaknya sakit (pelengkap) 

6. Kosakata
Kosa kata atau perbendaharaan kata  yang digunakan untuk teks editorial memiliki karakteristik sebagai berikut : 
  • Aktual, yaitu sedang menjadi pembicaraan banyak orang 
  • Fenomenal, yaitu luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra 
  • Editorial, yaitu artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor 
  • Imajinasi, yaitu daya pikir untuk membayangkan 
  • Modalitas, yaitu menyatakan cara pembicara bersikap terhadap suatu situasi dalam komunikasi antar pribadi
  • Nukilan, yaitu kutipan yang dicantumkan pada suatu benda
  • Tajuk rencana, yaitu karangan pokok dalam dalam surat kabar 
  • Teks opini, yaitu wadah untuk mengemukakan pikiran 
  • Keterangan aposisi, yaitu memberi penjelasan kata benda 
  • Keterangan pewatas, yaitu keterangan tambahan yang memberi keterangan kata benda

Ciri teks editorial/Opini

Agar anda dapat membedakan antara teks editorial dengan jenis teks lainnya maka salah satu yang harus anda ketahui adalah ciri-ciri dari teks itu sendiri, untuk teks editorial ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Tema tulisannya sedang dibicarakan secara luas oleh masyarakat, aktual, dan faktual 
2. Bersifat sistematis dan logis 
3. Tajuk rencana yang bersifat argumentatif 
4. Menarik untuk dibaca karena kalimatnya yang singkat, padat dan jelas.

Tujuan Teks Editorial

Sedangkan tujuan teks editoral/opini adlah sebagai berikut:

1. Mengajak masyarakat ( pembaca ) untuk ikut campur dalam isu yang sedang hangat dibicarakan
2. Memberikan pandangan kepada masyarakat terhadap isu yang sedang berkembang


Contoh teks editorial/ opini atau tajuk rencana

Berikut adalah salah satu contoh sederhana teks editorial/opini atau tajuk rencana:


Beberapa tahun terakhir ini, pemerintah berusaha memperlengkapi persenjataan dengan mengalokasikan dana yang terbilang besar, meski dirasakan belum cukup unruk memenuhi kebutuhan standar bagi sebuah negara kepulauan seperti Indonesia. (2) Pada tahun 2003, Indonesia telah mengucurkan dana sekitar 2,85 triliun rupiah untuk membeli pesawat tempur Sukoi dari Rusia. (3) Kehadiran pesawat sukoi ini semakin menambah ketangguhan peralatan tempur kita sekaligus mengobati keresahan di masyarakat, setelah sejumlah peralatan tempur milik TNI rusak termasuk pada saat dipakai untuk latihan. (4) Masih segar dalam ingatan kita, ketika pesawat F-27 milik TNI AU jatuh di Bansung dan menewaskan 24 orang anggota pasukan khas. Kejadian ini sungguh sangat memprihatinkan. (5) Bahkan tercatat dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berulang kali terjadi peristiwa naas seperti ini, tidak saja dikalangan TNI AU, AD, AL, tetapi juga ditubuh POLRI. (6) akan tetapi, yangmungkin perlu menjadi perhatian adalah keseriusan kita dalam membangun sistem pertahanan kita.

Hasil Analisa Struktur teks editorial di atas adalah sebagai berikut:

Opini Penulis:
Opini atau pendapat adalah pikiran /pendirian seseorang. Umumnya kalimat yang mengandung opini menggunakan kata mesti, mungkin, barangkali, bisa jadi, selain, seperti, dan lain sebagainya. 

Pada kutipan tajuk rencana pada contoh di atas, opini penulis terdapat pada kalimat (1) dan (6) karena terdapat kata meski dan mungkin .

Kalimat Fakta: 
Fakta juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang benar- benar ada atau terjadi. Fakta juga dapat berupa angka- angka yang menunjukkan suatu kepastian

fakta yang terdapat pada tajuk rencana di atas terdapat pada nomor (2) dan nomor (4), karena melibatkan angka dan kepastiannya sesuai dengan fakta yang terjadi.
Back To Top