Blog Informasi Teknologi

Algoritma Flowchart Cara Menghitung Luas Lingkaran, Segitiga, Persegi Panjang

Di dalam memecahkan masalah menggunakan algoritma, kita bisa menuliskannya dalam 3 bentuk yaitu, menggunakan algoritma bahasa natural, menggunakan algoritma flowchart dan menggunakan algoritma pseudocode.

Algoritma bahasa natural adalah urutan langkah-langkah penulisan pemecahan masalah algoritma menggunakan bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, algoritma bahasa natural dibuat agar kita lebih memahami alur proses logika pemecahan masah.

Sedangkan algoritma flowchart adalah algoritma yang disajikan menggunakan simbol-simbol flowchart, algoritma ini merupakan gambaran logika pemecahan masalah sehingga kita lebih mudah untuk memahami logika proses yang dilakukan.

Sementara algoritma pseudocode merupakan algoritma bahasa tiruan yang menggunakan bahasa pemrograman yang ingin digunakan, algoritma ini tidak memiliki penulisan standar, namun pada umumnya penulisan instruksi akan menyesuaikan dengan bahasa pemrograman yang ingin digunakan.

Di artikel sebelumnya saya sudah menyajikan algoritma pseudocode untuk menghitung luas lingkaran, segitiga dan juga persegi panjang, masih mengenai algoritma, di artikel kali ini saya akan menyajikan algoritma flowchart untuk perhitungan yaitu menghitung luas lingkaram, luas segitiga dan luas persegi panjang beserta menampilkan hasilnya.

Untuk membuat algoritma flowchart anda dituntut untuk mempelajari dan memahami simbol-simbol flowchart untuk memecahkan masalah algoritma, setelah anda paham maka anda akan lebih mudah memahami algoritma flowchart dan anda akan mampu untuk membuat sendiri algoritma flowchart untuk kasus yang ingin anda pecahkan.

Algoritma flowchart menghitung luas (lingkaran, segitiga, persegi panjang dan menampilkan hasilnya)

Berikut saya akan uraikan beberapa contoh penyajian algoritma flowchart dalam dunia matematika, diantaranya adalah algoritma flowchart untuk menghitung luas lingkaran, segitiga persegi panjang dan menampilkan hasilnya.

1. Algoritma flowchart menghitung luas lingkaran.

Rumus luas lingkaran adalah :
Luas lingkaran =phi * r * r

Dimana phi adalah 3.14 dan r adalah jari-jari lingkaran.

Contoh :
Algoritma menghitung luas lingkaran dimana jari-jari lingkaran diinput oleh pengguna dan menampilkan hasilnya:


Algoritma pseudocode menghitung luas lingkaran
Algoritma menghitung luas lingkaran di atas menggunakan pseudocode dengan pendekatan pascal adalah sebagai berikut:

algoritma hitung_luas_lingkaran

deklarasi
var phi,luas:float;
var jari_jari:integer;

deskripsi
phi <-- 3.14;

read(jari_jari);

luas <-- phi * jari_jari * jari_jari;

write(luas)

2. Algoritma Flowchart menghitung luas segitiga.

Rumus luas segitiga adalah :
luas segitiga = 1/2 alas * tinggi

Contoh :
algoritma flowchart untuk menghitung luas segitiga, dimana alas dan tingginya diinput oleh pengguna dan ditampilkan hasilnya.


Algoritma pseudocode menghitung luas segitiga

Algoritma pseudocode dengan pendekatan pascal, menghitung luas segitiga yang disajikan pada flowchart di atas adalah sebagai berikut:

algoritma hitung_luas_segitiga


deklarasi

var luas:float;
var alas,tinggi:integer;


deskripsi

read(alas);
read(tinggi);


luas <-- 1/2 alas * tinggi;



write(luas);


3. Algoritma Flowchart menghitung luas Persegi Panjang

Rumus luas persegi panjang adalah:
Luas =  panjang * lebar

Contoh:
Algoritma flowchart untuk menghitung luas persegi panjang dimana panjang dan lebarnya diinput oleh pengguna dan tampilkan hasilnya:


Algoritma pseudocode menghitung luas persegi panjang.

Algoritma pseudocode menggunakan pendekatan pemrograman pascal untuk menghitung luas persegi panjang dimana panjang dan lebarnya diinput oleh pengguna serta menampilkan hasilnya adalah sebagai berikut:

algoritma hitung_luas_persegi_panjang


deklarasi 

var luas,panjang,lebar : integer;


deskripsi



read(panjang);

read(lebar);


luas <-- panjang * lebar;



write(luas);



Itulah beberapa contoh penyajian algoritma menggunakan flowchart dan juga pseudocode untuk menghitung luas lingkaran, segitiga dan persegi panjang beserta menampilkan hasilnya, semoga bermanfaat.

Algoritma pseudocode menghitung luas lingkaran, segitiga, persegi panjang dan trapesium

Untuk memahami bahasa pemrograman setidaknya kita harus memahami algoritma, tujuannya adalah agar kita terbiasa dan memahami logikanya. Untuk memecahkan masalah menggunakan algoritma, ada tiga kategori yang bisa kita gunakan yaitu, algoritma bahasa natural, algoritma flowchart dan algoritma pseudocode.

Algoritma bahasa natural adalah urutan langkah-langkah untuk memecahkan masalah yang menggunakan bahasa kita sehari-hari yang mudah sekali dipahami, sedangkan algoritma flowchart adalah pemecahan masalah algoritma menggunakan simbol-simblo khusus, algoritma ini akan membantu anda memahami logika proses pemecahan masalah secara visual, sedangkan algorit pseudocode merupakan algoritma yang menggunakan bahasa tiruan yang mirip dengan instruksi bahasa pemrograman yang akan digunakan.

Pada algoritma pseudocode tidak ada instruksi standar, namun instruksi yang digunakan merupakan instruksi tiruan dari bahasa pemrograman yang ingin digunakan, jika bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah bahasa pascal, maka instruksi pseudocode akan menyerupai instruksi pascal, begitu juga ketika bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah C++, maka instruksi algoritma pseudocode juga akan menyerupai instruksi bahasa pemrograman pascal.

Untuk lebih memahami implementasi algoritma, maka di artikel kali ini saya akan menguraikan beberapa contoh algoritma pseudocode untuk memecahkan masalah matematika menghitung luas lingkaran, menghitung luas segitiga, persegi panjang dan trapesium.

1. Algoritma Pseudocode menghitung luas lingkaran.

Untuk menghitung luas lingkaran menggunakan algoritma pseudocode, kita harus mengetahui  rumus luas lingkaran sebagai berikut:
rumus luas lingkaran
Rumus luas lingkaran adalah phi x r x r, atau 1/4 x phi x d x d.

Contoh berikut adalah algorimat pseudocode untuk menghitung luas lingkaran menggunakan pendekatan bahasa pemrograman pascal, dimana jari-jari diinput oleh pengguna dan hasilnya dicetak, adalah sebagai berikut:

program hitung_luas_lingkaran
deklarasi
var phi : float;
var r,luas:integer;
algoritma:
phi <-- 3.14;

read(r); {diinput user}

luas <-- phi * r *r;

write(luas);

2. Algoritma Pseudocode menghitung luas segitiga

Sebelum menuliskan algoritma pseudocode untuk menghitung luas segitiga, maka kita harus mengetahui dulu rumus menghitung luas segitiga sebagai berikut:


Untuk menghitung luas segitiga, maka kita harus mengetahui tinggi dan juga alas segitiga tersebut.

Contoh berikut adalah pemecahan algoritma menggunakan pseudocode dengan pendekatan bahasa pemrograman pascal untuk menghitung luas segitiga dimana alasnya =10 dan tingginya = 15, dan hasilnya dicetak.

program hitung_luas_segitiga

deklarasi
var luas,alas,tinggi:integer;

algoritma:
alas <-- 10;
tinggi <-- 15;

luas <-- 1/2 * alas * tinggi

write(luas)


3. Algoritma pseudocode menghitung luas persegi panjang

Sebelum menuliskan algoritma pseudocode untuk menghitung luas persegi panjang, setidaknya kita harus mengetahui rumus luas persegi panjang, sebagai berikut:
Contoh
Algoritma pseudocode menghitung luas persegi panjang dimana panjang dan lebarnya diinput dan luasnya ditampilkan.

program hitung_luas_segi_panjang

deklarasi
var panjang,lebar,luas:integer;

algoritma:
read(panjang);
read(lebar); 

luas <-- panjang * lebar;

write(luas);


4. Algoritma Pseudocode Menghitung Luas Trapesium

Rumus perhitungan luas trapesium adalah sebagai berikut:

 Contoh hitung luas trapesium dengan penjang sisi-sisinya AB=10, BC=6, CD=AD=8, t=7

program hitung_luas_trapesium

deklarasi
var luas, ab, cd, t:integer;

algoritma:
ab <-- 10;
cd <-- 8;
t <-- 7;

luas <-- 1/2 * ab * cd * t;

write <-- luas ;
 

Itulah penulisan algoritma pseudocode yang berkaitan dengan matematika untuk menghitung rumus luas lingkaran, persegipanjang, segitiga dan trapesium.

Semoga bermanfaat.

Algoritma Percabangan (1,2, 3 kondisi, percabangan bersarang dan contoh kasus)

Algoritma Percabangan (1,2, 3 kondisi, percabangan bersarang dan contoh kasus)

Algoritma percabangan adalah salah satu instruksi dalam algoritma yang digunakan untuk memberikan pilihan kepada program perintah mana yang harus diproses dan perintah mana yang harus dilewati sesuai dengan kondisi yang diberikan.

Algoritma percabangan terkadang diperlukan untuk kasus-kasus tertentu, karena pada kenyataannya alur pemrosesan kode program tidak selamanya berurutan dari baris instruksi satu ke baris instruksi lainnya, namun terkadang program perlu diatur agar bisa meloncat pada baris instruksi tertentu sesuai dengan kondisi yang terpenuhi.

Di dunia bahasa pemrograman atau algoritma, instruksi agar alur proses program bisa loncat menuju baris instruksi tertentu sesuai dengan kondisi yang diberikan, itu disebut dengan instruksi percabangan, pemilihan atau flow control.

Di dalam algoritma, instruksi percabangan dikategorikan menjadi beberapa jenis yaitu, percabangan 1 kondisi, percabangan 2 kondisi, percabangan 3 kondisi, percabangan lebih dari 3 kondisi dan percabangan bersarang.

Untuk lebih memahami logika dari algoritma percabangan, baik percabangan  1 kondisi, 2 kondisi, 3 kondisi maupun percabangan bersarang, maka di artikel kali saya akan coba kupas tuntas mengenai algoritma percabangan disertai dengan contoh kasus lengkap, baik kasus-kasus khusus, maupun contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari.

Algoritma Percabangan (1,2, 3 kondisi, percabangan bersarang dan contoh kasus)

Algoritma percabangan biasanya menggunakan instruksi 

IF (Kondisi1) THEN
      pernyataan 1
ELSE IF (Kondisi 2) THEN
      pernyataan 2
ELSE IF (Kondisi 3) THEN
      pernyataan 3
ELSE
      pernyataan 4
END IF

Untuk Kondisi ke 1 cukup menggunakan instruksi IF (Kondisi 1) THEN, sedangkan untuk kondisi 2 dan seterusnya selain kondisi terakhir, maka menggunakan ELSE IF (Kondisi N) THEN, sementara untuk kondisi terakhir cukup menggunakan ELSE saja.

Memahami Apa itu IF THEN ELSE ?
IF dapat diartikan sebagai (JIKA), sedangkan THEN dapat anda artikan dengan sebutan MAKA, sedangkan ELSE dapa anda artiken sebagai (JIKA BUKAN / SELAIN ITU).

Memahami Apa itu Kondisi ?
Kondisi, umumnya akan membandingkan 2 buah operan dengan menggunakan operator aritmatika  seperti:
  • > (lebih besar)
  • < (lebih kecil)
  • >= (lebih besar atau sama dengan)
  • <= (lebih kecil atau sama dengan)
  • == (sama dengan)
  • <> (tidak sama dengan)

Contoh :
IF( nilai >=80) THEN
   write("LULUS")
ELSE
   weite("GAGAL")
END IF

Instruksi di atas jika diterjemahkan adalah, IF="jika nilai lebih besar atau sama dengan 80, maka cetak kata LULUS", ELSE="jika tidak (artinya nilainya lebih kecil dari 80) maka GAGAL".

Yang diberikan warna merah tebal itu adalah bagian kondisi, dengan operan nilai dan angka 80, sedangkan operator yang digunakan adalah >= (lebih besar atau sama dengan), harap diingat kondisi biasanya selalu membandingkan 2 buah operan dengan operator artimatika.

Semoga dengan uraian singkat di atas anda punya gambaran apa itu percabangan.


Algoritma percabangan 1 kondisi

Algoritma percabangan 1 kondisi adalah algoritma percabangan yang hanya menggunakan1 kondisi atau ketentuan saja, jika kondisi terpenuhi maka instruksi akan diproses, jika tidak terpenuhi maka akan dilewat atau diloncati.

Contoh:
Algoritma untuk menentukan usia balita, jika usia lebih kecil atau sama dengan 5 tahun maka balita.

Pseudocode:

program cek_usia
deklarasi
      var usia:integer
algoritma
    read(usia)

    IF(usia <5) THEN
          write("BALITA")
    ENDIF

Pada contoh di atas usia diinput oleh pengguna, usia kemudian dicek, jika usia lebih kecil dari lima maka cetak tulisan "BALITA" sedangkan jika tidak maka instruksi write("BALITA") akan dilewati.

Algoritma Percabangan 2 kondisi

Algoritma percabangan 2 kondisi adalah algoritma untuk memecahkan kasus yang hanya menggunakan 2 ketentuan saja.

Struktu percabangan 2 kondisi adalah sebagai berikut:

IF (Kondisi 1) THEN
      pernyataan 1
ELSE
      pernyataan 2
ENDIF

Contoh algoritma 2 kondisi:
Algoritma untuk menentukan Lulus dan Tidak Lulus nilai siswa, dengan ketentuan:
1. Jika nilai >=75 maka lulus,
2. Jika tidak  (nilai <75 maka tidak lulus)

Jawab:

program kelulusan
deklarasi
    var nilai:integer
algoritma:
    read(nilai)

    IF (nilai >=75) THEN
          write("LULUS")
    ELSE
          write("TIDAK LULUS")
    ENDIF


Atau Kasus di atas bisa juga ditulis seperti di bawah ini:

program kelulusan
deklarasi
    var nilai:integer
algoritma:
    read(nilai)

    IF (nilai <75) THEN
          write("TIDAK LULUS")
    ELSE
          write("LULUS")
    ENDIF


Untuk 2 kondisi, maka algoritma akan melibatkan instruksi percabangan IF (kondisi) THEN..... ELSE......, artinya jika 2 kondisi maka  instruksi  kata IF hanya 1 jumlahnya lainnya menggunakan kata ELSE.

Algoritma Percabangan 3 Kondisi

Algoritma tiga kondisi merupakan algoritma yang dapat digunakan untuk memecahkan kasus yang memiliki 3 kondisi.

Untuk algoritma 3 kondisi maka strukturnya adalah:

IF (kondisi 1) THEN
      pernyataan 1
ELSE IF(kondisi 2) THEN
      pernyataan 2
ELSE
      pernyataan 3.
ENDIF


Untuk kondisi pertama selalu menggunakan IF (Kondisi 1) THEN, sedangkan untuk kondisi kedua dan seterusnya selain kondisi terakhir, menggunakan ELSE IF (kondisi n) THEN, dan untuk kondisi terakhir menggunakan ELSE saja.

Contoh algoritma dengan 3 kondisi:
Algoritma untuk mencari nilai dalam bentuk abjad A,B atau C, dengan ketentuan
1. Jika nilai >80 maka nilai A
2. jika nilai >=70 dan <=80 maka B
3. selain itu (nilai <70) maka C

Jawab:
program cari_nilai
deklarasi
      var nilai:integer
algoritma
      read(nilai)
      IF(nilai>80)THEN
            write("A")
      ELSE IF(nilai>=70 AND nilai <=80) THEN
            write("B")
      ELSE
            write("C")
     ENDIF


Algoritma lebih dari 3 kondisi

Kondisi dalam algoritma bisa lebih dari 3 kondisi, strukturnya akan selalu sama, untuk kondisi pertama maka menggunakan IF (kondisi 1) ELSE...., sedangkan untuk kondisi ke 2 dan seterusnya selain kondisi terakhir yaitu menggunakan ELSE IF (kondisi n) THEN....., sedangkan untuk kondisi terakhir baru menggunaakn ELSE....saja.

Format untuk algoritma 3 kondisi atau lebih adalah sebagai berikut:

IF(Kondisi 1) THEN
     pernyataan 1
ELSE IF(Kondisi 2) THEN
     pernyataan 2
ELSE IF (kondisi 3) THEN
     pernyataan 3
ELSE IF(kondisi 4) THEN
     pernyataan 4
...
...
...
...
...
ELSE IF(kondisi N) THEN
     pernyataan N
ELSE
     pernyataan terakhir
ENDIF


Contoh algoritma lebih dari 3 kondisi sama halnya dengan 3 kondisi di atas, namun ketentuannya lebih dari 3. bisa 4, 5 dan seterusya.

c. Algoritma Percabangan Bersarang

Algoritma percabangan bersarang merupakan bentuk algoritma percabangan dimana pada setiap setiap pernyataan untuk kondisi IF di dalamnya terdapat Instruksi IF Lagi.

Algoritma percabangan bersarang artinya di dalam IF terdapat IF lagi.

Struktur algoritma percabangan  bersarang adalah sebagai berikut:

IF(Kondisi a) THEN
      IF(kondisi x)THEN
            pernyataan 1
      ELSE  IF
            pernyataan 2
      ENDIF
ELSE
     pernyataan b
ENDIF

Intinya algoritma percabangan disebut percabangan bersarang jika di dalam percabangan ada percabangan lagi, banyak yang menyebut juga dengan sebutan di dalam IF ada IF lagi.

Algoritma percabangan dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Di artikel sebelumnya saya pernah menjelaskan mengenai jenis-jenis penyajian pemecahan masalah dalam algoritma, di artikel tersebut dijelaskan bahwa penyajian atau penulisan pemecahan masalah dalam algoritma dibagi menjadi 3 kategori yaitu, bahasa natural, flowchart psedeocode.

Masih membahas seputar algoritma, di artikel kali ini yang akan saya bahas adalah algoritma percabangan, algortima percabangan merupakan bagian penting yang harus dipahami dengan baik, karena ketika anda terjun kedunia bahasa pemrograman tingkat tinggi anda tidak akan lepas dari instruksi percabangan.

Algoritma percabangan adalah salah satu jenis perintah dalam algoritma yang digunakan sebagai cara untuk memberitahukan program tentang perintah apa yang harus dijalankan, dimana perintah tersebut disesuaikan dengan beberapa kondisi tertentu.

Dalam sebuah program atau sistem, ada saatnya sebuah instruksi atau perintah hanya bisa dilakukan jika memenuhi suatu kondisi atau persyaratan tertentu. Itu mengapa, algoritma percabangan ini bisa disebut juga dengan algoritma seleksi kondisi.

Agar anda lebih memahami mengenai algoritma percabangan ini, maka di artikel kali ini saya akan coba uraikan beberapa contoh algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari yang sering sekali anda temui.

Contoh algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh kasus algoritma percabangan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Menonton Film untuk  usia 17 tahun ke bawah

Penyajian algoritma berikut adalah algoritma untuk kasus menonton film dimana yang hanya bisa menonton film adalah orang yang berusia 17 tahun ke bawah, jika usia lebih dari 17 tahun tidak boleh menonton film.

Flowchart:


Pada algoritma di atas usia diinput oleh pengguna, selanjutnta usia yang diinput dicek dengan pengkondisian (apakah usia lebih besar dari 17), jika usia lebih besar dari 17 (Ya), maka cetak "Silahkan menonton" Jika (tidak), maka cetak "Anda tidak boleh menonton.

Algoritma Pseudocode menonton film
Berikut adalah penyajian algoritma pseudocode untuk kasus di atas

Algoritma menonton_film
Deklarasi
usia : integer
Deskripsi:
read (usia)
if(usia>7)then 
write ("Anda tidak boleh menonton")
else
write ("Silahkan Menonton")
endif

Pengkondisian kebanyakan menggunakan simbol operator matematika seperti >, <, =, <=,>= seperti contoh diatas (usia >7)

2. Kelulusan Siswa

Algoritma flowchart & pseudocode berikut adalah algoritma untuk mengecek nilai siswa, jika nilai siswa lebih besar dari 70 maka lulus jika tidak maka tidak lulus.

Flowchart:



Pseudocode:
Algoritma kelulusan_siswa
deklarasi
var 
nama,ket:string
nilai:integer
Deskripsi:
read(nama,nilai)
if(nilai >70)then
ket <- "Lulus"
else
ket <- "Tidak Lulus"
endif

write(nama,nilai,ket)


Algoritma flowchart dan pseudocode di atas adalah algoritma percabangan untuk 1 kondisi, semoga bermanfaat.

Algoritma dalam kehidupan sehari-hari dalam bahasa natural dan flowchart

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma karena langkah-langkah dalam Algoritma harus bersifat logis (nyata) dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar.

Proses semacam algoritma sebenarnya banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. seperti salah satu Contohnya ketika Anda membaca resep masakan, selain bahan-bahan yang digunakan, Anda juga akan melihat prosedur atau urutan langkah-langkah untuk membuat masakan tersebut.

Prosedur dalam resep seperti itu sebenarnya menyatakan semacam algoritma. Prosedur itu merupakan suatu urutan yang memandu orang untuk melakukan suatu proses.

Dalam kehidupan sehari-hari ada banyak sekali proses-proses yang mewakili proses algoritma, baik algoritma bahasa natural, algoritma flowchart atau algoritma pseudocode.

Di artikel kali ini saya akan coba uraikan algoritma dalam kehidupan sehari-hari yang akan disajikan dalam bahasa natural dan flowchart.

Tapi sebelum pada contoh kasus saya akan coba jelaskan kembali apa itu algoritma bahasa natural dan algoritma flowchart. Mengenai penulisan algoritma ini sebenarnya sudah dibahas di artikel sebelumnya tentang 3 cara penyajian algoritma.

Pengertian algoritma bahasa natural  ?

Algoritma bahasa natural merupakan cara penyajian suatu algoritma yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti. Algoritma ditulis dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari (bahasa indonesia), atau bahasa apapun yang dipahami.

Ketika menyajikan algoritma dalam bahasa natural, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,  urutan langkah-langkah harus dimulai dengan kata mulai / Start dan diakhiri dengan kata selesai / stop, atau anda juga bisa menggunakan istilah dengan bahasa lainnya yang serupa, Start dituliskan sebagai ‘inisialisasi’ atau ‘Mulai’, sedangkan End sendiri dituliskan sebagai ‘selesai’ dan dituliskan pada akhir algoritma.

Pengertian Algoritma Flowchart ?

Flowchart adalah  suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

Ternyata langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dalam algoritma selain dapat menggunakan bahasa natural, anda juga bisa menggunakan flowchart,  namun untuk menggunakan flowchart anda setidaknya harus memahami simbol-simbol yang digunakan oleh flowchart.

Contoh Algoritma Bahasa natural dan flowchart dalam kehidupan sehari-hari ?

Berikut adalah beberapa contoh algoritma bahasa natural dan flowchart dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mengirim Surat ke kantor Pos

a. Algoritma bahasa natural:
1. Mulai
2. Siapkan kertas dan kartu ucapak
3. Siapkan amplop
4. Siapkan alat tulis
5. Mulai menulis ucapan
6. memasukan kertas ke dalam amplop
7. Lem amplop
8. Tulis alamat tujuan di belakang amplop
9. Apakah ada perangko, jika ada temple perangko, jika tidak ada beli dulu
10. Tempel perangko
11. pergi ke kantor pos
12. Poskan surat tersebut
13. selesai

B. Algoritma Flowchart mengirim surat



2. Makan

Contoh kasus algoritma ke 2 dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas makan, berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk kasus makan:

A. Algoritma Bahasa Natural
1. Mulai
2. Cuci Tangan
3, Ambil Alat makan (sendok, garpu, piring)
4. Ambil nasi dan taruh di atas piring
5. Ambil lauk, taruh lauk di atas nasi
6.Ambil Air minum di gelas
7. Baca doa sebelum makan
8. Makan
9. Sesudah makan baca doa sesuah makan
10.Cuci piring
11 Selesai.

B. Algoritma Flowchart

3. Tidur
Aktivitas berikutnya yang bisa dipecahkan dalam algoritma adalah proses tidur, algoritma flowchartnya adalah sebagai berikut:

A. Algoritma Bahasa Natural
1. Mulai
2. Membersihkan diri (mandi, cuci muka, kaki dan tangan)
3. Ganti baju tidur
4. Pergi ke kamar
5. Naik ke tempat tidur
6. Membaca Doa sebelum tidur
7. Tidur
8. Selesai

B. Algoritma Flowchart

4. Memasak Mie instant

Berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk permasalahan dalam kehidupan sehari-hari memasak mie:

A. Algoritma bahasa natural
Sama dengan deskripsi pada gambar

B. Algoritma Flowchart
5. Menanak Nasi
Algoritma flowchart menanak nasi adalah sebagai berikut:

Kesimpulan

Ada banyak sekali contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipecahkan menggunakan algoritma flowchart.

Untuk membuat algoritma flowchart pada dasarnya harus dimulai dengan simbol terminator dengan tulisan Mulai / start atau selesai / end / finish.

Simbul lainnya yang digunakan harus sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan, sehingga alur proses yang terjadi  mudah untuk dipahami.

Demikian mengenai 5 Contoh Algoritma flowchart dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat.

5 Contoh Algoritma flowchart dalam kehidupan sehari-hari

Sudah pernah dibahas diartikel sebelumnya mengenai jenis penyajian algoritma untuk memecahkan suatu masalah, selain dapat disajikan menggunakan bahasa natural, dan pseudocode, algoritma juga bisa disajikan dalam bentuk algoritma flowchart.

Algoritma Flowchart adalah  suatu bagan atau diagram dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

Untuk menyajikan algoritma flowchart, maka kita harus mengetahui simbol-simbol flowchart yang bisa digunakan, sekaligus harus tau nama dan juga fungsinya.

Berikut adalah simbol-simbol flowchart yang sering digunakan untuk menyajikan algoritma flowchart:



Contoh Algoritma flowchart dalam kehidupan sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari yang dipecahkan menggunakan algoritma flowchart

1. Mengirim Surat ke kantor Pos


2. Makan
Contoh kasus algoritma ke 2 dalam kehidupan sehari-hari adalah aktivitas makan, berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk kasus makan:

3. Tidur
Aktivitas berikutnya yang bisa dipecahkan dalam algoritma adalah proses tidur, algoritma flowchartnya adalah sebagai berikut:
4. Memasak Mie instant
Berikut adalah penyajian algoritma flowchart untuk permasalahan dalam kehidupan sehari-hari memasak mie:
5. Menanak Nasi
Algoritma flowchart menanak nasi adalah sebagai berikut:

Kesimpulan
Ada banyak sekali contoh permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang bisa dipecahkan menggunakan algoritma flowchart.

Untuk membuat algoritma flowchart pada dasarnya harus dimulai dengan simbol terminator dengan tulisan Mulai / start atau selesai / end / finish.

Simbul lainnya yang digunakan harus sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan, sehingga alur proses yang terjadi  mudah untuk dipahami.

Demikian mengenai 5 Contoh Algoritma flowchart dalam kehidupan sehari-hari, semoga bermanfaat.

Contoh Penulisan Algoritma menggunakan bahasa natural dalam kehidupan sehari-hari

Algoritma merupakan urutan langkah-langkah dalam menyelesaikan atau memecahkan masalah, algoritma umumnya perlu dipelajari sebelum terjun menggunakan bahasa pemrograman komputer, dengan mempelajari algoritma maka kita akan dilatih untuk memahami logika bahasa pemrograman dengan baik, sehingga ketika kita terjun ke dunia bahasa pemrograman tidak akan terlalu bingung.

Pada prakteknya penerapan algoritma ada 3 bentuk yang bisa kita gunakan yaitu, algoritma bahasa natural, algoritma dengan flowchart dan algoritma pseudocode.

Untuk memahami ketiga bentuk penyajian algoritma tersebut, anda bisa membaca artikel sebelumnya mengenai perbedaan algoritma bahasa natural, flowchart dan pseudocode. dengan membaca artikel tersebut diharapkan anda sudah bisa membedakan ketika bentuk penyajian algoritma tersebut.

penulisan algoritma bahasa natural


Di artikel kali ini saya hanya akan menguraikan mengenai contoh algoritma menggunakan bahasa natural dalam kehidupan sehari-hari 

Algoritma bahasa natural merupakan cara penyajian suatu algoritma yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti. Algoritma ditulis dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari (bahasa indonesia, inggris), atau bahasa apapun yang dipahami.

Cara penulisan algoritma dengan bahasa natural

Ketika menyajikan algoritma dalam bahasa natural, memang tidak ada aturan standar namun sebaiknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Setiap Urutan langkah-langkah sebaiknya menggunakan penomoran dari 1,2 dan seterusnya.

2. Urutan langkah-langkah harus dimulai dengan kata mulai atau Start dan diakhiri dengan kata selesai / stop.

Atau anda juga bisa menggunakan istilah dengan bahasa lainnya yang serupa, Start dituliskan sebagai ‘inisialisasi’ atau ‘Mulai’, sedangkan End sendiri dituliskan sebagai ‘selesai’ dan dituliskan pada akhir algoritma.

3. Langkah-langkah penyelesaian masalah bisa ditulis secara berurutan dari awal sampai akhir.

4. Bisa menggunakan bahasa apapun yang mudah dipahami singkat jelas padat.


Contoh Penulisan algoritma bahasa natural dalam kehidupan sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh penulisan algoritma bahasa natural untuk kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari:

Kasus 1:
Menukar isi gelas berisi kopi dan gelas berisi teh.

Untuk kasus ini kita misalkan gelas berisi kopi adalah gelas A, sedangkan gelas isi teh adalah gelas B


Penulisan algoritma bahasa natural:

1. Mulai
2. Sediakan satu gelas kosong misal namanya gelas C.
3. Masukan isi gelas A (gelas berisi kopi)kedalam gelas C (Gelas kosong)
4. Masukan isi gelas B (gelas berisi teh) kedalam gelas C( gelas kosong yang sebelumnya berisi kopi)
5. Masukan isi gelas C (gelas kosong yang sudah diisi kopi) kedalam gelas B (gelas kosong yang sebelumnya berisi teh)
6 Selesai.

Kasus 2:

Algoritma menyalakan motor

1. Mulai
2. Masukan kunci motor
3. Putar kunci motor hingga kontak aktif
4. Tekan tombol starter untuk menyalakan motor.
5. Jika motor tidak menyala gunakan cara manual.
5. Motor menyala
6. Selesai

Kasus 3:

Algoritma untuk kasus menanak nasi

1. Mulai
2. Cuci beras sampai bersih
3. Masukan beras kedalam mejic com
4. Colokan mejicom ke listrik
4. Tekan tombol menanak nasi dan tunggu hingga tombol mati
5. Nasi masak
6. Selesai.


Kesimpulan

Pada intinya di kehidupan sehari-hari ada banyak sekali permasalahan permasalahan dari mulai sederhana sampai yang rumit yang bisa kita tuliskan langkah-langkah penyelesaian masalahnya menggunakan algoritma bahasa natural.

Algoritma juga bukan hanya bisa digunakan untuk kasus-kasus aktivitas harian saja, namun bisa juga digunakan untuk memecahkan masalah yang lebih rumit dari itu seperti masalah matematika dan masalah lainnya.

Penulisan algoritma dalam bahasa natural tidaklah sulit, yang terpenting anda tau urutan langkah penyelesainnya kemudian ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami.


Itulah Beberapa Contoh Penulisan Algoritma menggunakan bahasa natural dalam kehidupan sehari-hari, semoga bisa mendapatkan pehamanan lebih baik.

Perbedaan Bahasa Natural, Flowchart dan Pseudocode dalam algoritma

Untuk anda yang sudah mengenal bahasa pemrograman tentu tidak asing dengan yang namanya algoritma, namun tidak dengan anda yang baru pertama kali mengenal algoritma, atau mungkin yang baru mendengar istilah algoritma, anda akan bingung apa itu algoritma dan untuk apa belajar algoritma.


Pengertian dari Algoritma sendiri secara umum adalah urutan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah.

Jika dikaitkan dengan pemecahan masalah matematika atau komputer algoritma sendiri dapat didefinisikan sebagai urutan langkah-langkah untuk menghitung atau menyelesaikan masalah menggunakan pendekatan bahasa pemrograman komputer.

Algoritma sangat dianjurkan untuk dipelajari terlebih dahulu sebelum terjun langsung kedalam bahasa pemrograman,  jadi untuk anda yang ingin menjadi programmer maka perlu mengenal dan memahami algoritma sehingga ketika terjun ke bahasa pemrograman anda akan mudah untuk memahami loginya, terlepas apapun bahasa pemrograman yang digunakan.

Pada prakteknya penerapan atau penyajian algoritma untuk memecahkan suatu masalah dapat menggunakan 3 cara, yaitu menggunakan bahasa natural, flowchart dan psedudocode.

Perbedaan Bahasa Natural, Flowchart dan Pseudocode dalam algoritma

Berikut adalah perbedaan Perbedaan Bahasa Natural, Flowchart dan Pseudocode dalam algoritma:

a. Algoritma Bahasa natural

Algoritma bahasa natural merupakan cara penyajian suatu algoritma yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti.

Algoritma ditulis dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari (bahasa indonesia), atau bahasa apapun yang dipahami.

Ketika menyajikan algoritma dalam bahasa natural, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,  urutan langkah-langkah harus dimulai dengan kata mulai / Start dan diakhiri dengan kata selesai / stop, atau anda juga bisa menggunakan istilah dengan bahasa lainnya yang serupa, Start dituliskan sebagai ‘inisialisasi’ atau ‘Mulai’, sedangkan End sendiri dituliskan sebagai ‘selesai’ dan dituliskan pada akhir algoritma.

Tidak ada aturan baku dalam hal penamaan Start dan End itu sendiri, tidak masalah jika Anda ingin memberikan penamaan yang berbeda yang terpenting adalah tetap mengandung arti/maksud yang sama.

Contoh :

Salah satu contoh kasus penulisan bahasa nautral algoritma dalam kehidupan sehari-hari adalah, Menukar 2 isi gelas, yaitu gelas berisi teh dan kopi, gelas berisi teh menjadi isinya kopi dan begitu sebaliknya.

Penyajian algoritma untuk masalah di atas dengan bahasa natural bisa ditulis dengan urutan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mulai
2. Siapkan 1 buah gelas kosong
3. Masukan gelas yang isinya teh kedalam gelas kosong.
4. Masukan gelas isi  kopi ke gelas yang sebelumnya berisi teh yang sudah kosong.
5. Masukan teh dari gelas sebelumnya kosong ke gelas kosong yang sebelumnya berisi kopi.
6. Selesai

Di atas merupakan salah satu contoh, ada banyak sekali contoh permasalahan dalam sehari-hari yang bisa diselesaikan dengan algoritma bahasa natural. Permasalahan algoritma dalam kehidupan sehari-hari lainnya seperti resep membuat masakan, langkah-langkah menanak nasi dan lain sebagainya.

Yang harus diperhatikan ketika kita ingin membuat algoritma dalam bahasa natural adalah dimulai dengan kata kata mulai dan di langkah terakhir diakhiri dengan kata selesai.

b. Algoritma Flowchart

Flowchart adalah  suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses (instruksi) dengan proses lainnya dalam suatu program.

Ternyata langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dalam algoritma selain dapat menggunakan bahasa natural, anda juga bisa menggunakan flowchart,  namun untuk menggunakan flowchart anda setidaknya harus memahami simbol-simbol yang digunakan oleh flowchart.

Berikut adalah daftar simbol-simbol flowchart yang harus anda pahami untuk membuat algoritma:

Kita bisa menggunakan simbol-simbol di atas untuk menyelesaikan sebuah masalah dalam algoritma.

Contoh:
Berikut adalah salah satu contoh menggunakan flowchart untuk menyelesaikan kasus menghitung luas segitiga:
Yang harus diperhatikan ketika menyajikan algoritma flowchart adalah harus dimulai dengan simbol Start / mulai dan diakhiri dengan simbol Finish / selesai, seperti terlihat pada contoh di atas, bisa menggunakan bahasa apapun yang mudah dipahami.

c.Algoritma Pseudocode

Penyajian algoritma yang ke tiga adalah algoritma pesudocode, apa itu algoritma pseudocode ?

Secara sederhana algoritma pseudocode adalah penulisan langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan  pendekatan instruksi bahasa pemrograman, dengan tujuan agar lebih mudah dipahami ketika instruksi tersebut ditulis atau dikonversi kedalam bahasa pemrograman sebenarnya.

Penulisan algoritma pseudocode sebenarnya tidak mengenal aturan syntax khusus, namun syntax atau instruksi yang digunakan biasanya disesuaikan dengan bahasa pemorgraman yang nanti akan digunakan.

Seperti misalnya jika algoritma nanti akan dikonvesi ke bahasa pemrograman pascal, maka instruksi algoritma pseudocode akan menggunakan syntax yang hampir mirip dengan bahasa pemrograman pascal, begitu juga ketika bahasa pemrograman yang akan digunakan menggunakan bahasa C, maka instruksi algoritma peudocode akan menggunakan pendekatan bahasa C, begitu juga untuk bahasa pemrograman lainnya.

Aturan penulisan algoritma pseudocode

Berikut adalah aturan penulisan algoritma pseudocode dengan pendekatan bahasa pemrograman pascal:

1. Struktur Algoritma pseudocode

Ketika membuat algoritma pseudocode menggunakan pendekatan bahasa pemrograman pascal maka langkah-langkah penulisannya dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut:

a. Bagian Judul
Judul harus dimulai dengan kata ALGORITMA diikuti dengan nama judul.

Aturan penulisan nama judul:

  • Tidak boleh mengandung spasi, spasi dapat diganti dengan karakter _ (underscore)
  • Tidak boleh diawali dengan angka
  • Tidak boleh menggunakan istilah-istilah yang sudah digunakan sebagai keyword di bahasa pemrograman.
  • Bisa menggunakan huruf besar huruf kecil dan kombinasinya selama tidak menyalahi aturan diatas.

b. Bagian Deklarasi
Bagian deklarasi adalah bagian dalam algoritma yang digunakan untuk mendefinisikan jenis-jenis variable yang akan digunakan dalam proses algoritma. bagian ini dimulai dengan tulisan Deklarasi:


Jika anda pemula dan sulit memahami apa itu variable, sebaiknya anda membaca dulu mengenai konsep dasar algoritma yang sudah saya tulis sebeumnya.

c. Bagian Deskripsi
Bagian deskripsi adalah bagian yang berisi proses algoritma, pada bagian ini ditulis proses penyelesaian masalah. pada bagian ini diawali dengan tulisan Deskripsi:

d. Komentar
Komentar sifatnya opsional boleh dicantumkana tau tidak, komentar isinya untuk memberi penjelasan atau keterangan mengenai instruksi didalam algoritma penulisan komentar bisa diletakan dibaris mana saja didalam struktur algoritma, namun penulisan komentar harus di dalam tanda kurung kurawal {....}

contoh penulisan komentar:
{Ini komentar}

2. Instuksi / Syntax penulisan algoritma psedeocode

Selain memahami bagian penulisan algoritma di atas juga harus memahami instruksi atau syntax penulisan.

Untuk instruksi atau syntax  dalam penulisan algoritma pseudocode umumnya akan menyesuaikan dengan pendekatan bahasa pemrograman yang akan digunakan.

Seperti misalnya jika bahasa pemrograman yang akan digunakan untuk mengkonversi algoritma tersebut adalah pascal, maka syntax algoritma pseudocode akan mengandung instruksi dan aturan penulisan yang digunalan dalam bahasa pemrograman pascal. begitu juga ketika menggunakan bahasa pemrograman yang lainnya.

Berikut beberapa syntax algoritma pseudocode bahasa pemrograman pascal yang sering digunakan untuk memahami algoritma tahap awal.

a. Penulisan variable
Penulisan variable ada dibagian deklarasi, aturan penulisannya kurang lebih seperti di bawah ini:

var1:var2,var3 : tipe_data

Untuk tipe_data, ada banyak sekali jenis nama tipe data yang bisa digunakan seperti integer, string, char, byte dll silahkan pelajari di artikel internet..

b. Masukan
untuk menulis instruksi masukan dari pengguna maka ditulis dengan instruksi:
read(variable_masukan)

c. Keluaran
untuk mencetak keluaran maka penulisannya adalah sebagai berikut:
write(variable_keluaran)

d. Instruksi lainnya menyesuaikan dengan instruksi bahasa pemrograman yang digunakan, akan dijelaskan lebih lanjut sesuai dengan kasus algoritma yang ingin dipecahkan.


Contoh:

Berikut adalah contoh algoritma pseudocode dengan pendekatan bahasa pemrograman pascal untuk kasus menghitung luas segitiga dengan ketentuan.

Luas dan alas diinput oleh pengguna dan hasil dari perhitungan disimpan dalam variable hasil kemudian hasilnya ditampilkan sebagai output.

ALGORITMA hitung_luas_segitiga
{Algorima pseudocode untuk menghitung luas segitiga}

Deklarasi:
{Deklarasi variable yang digunakan diproses perhitungan}
hasil,alas,tinggi : Integer

Deskripsi :
{Input dari pengguna disimpan divariable alas dan tinggi}
read(alas,tinggi}

{perhitungan luas (1/2 alas x tinggi ) disimpan di variable hasil}
hasil <- 1/2 * alas * tinggi

{Menampilkan hasil perhitungan}
write(hasil)

Pengenalan Algoritma : Konsep, Struktur, variable, tipe data, operator, pseudocode dan flowchart

Mungkin di antara anda ada yang bertanya kenapa harus belajar algoritma?, apa tujuannya?, jika anda ingin menguasai bahasa pemrograman dan ingin memahami bagaimana logika bahasa pemrograman maka yang harus dipelajari adalah algoritma, bahasa pemrograman adalah kode-kode khusus dengan aturan tertentu untuk meng instruksikan komputer, ada banyak jenis bahasa pemrograman namun logika setiap bahasa pemrograman tidak jauh berbeda, untuk memahami logika bahasa pemrograman maka yang harus dipelajari adalah algoritma, jika anda menguasai algoritma maka script bahasa pemrograman apapun biasa anda kuasai dengan mudah.

Untuk memahami algoritma dasar, anda perlu memahami konsep dasarnya, seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya tentang memahami konsep dasar algoritma untuk pemula, konsepnya sebenarnya sederhana, bahkan kita bisa mulai mengenal algoritma menggunakan konsep yang bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari, seperti misalnya ketika anda ingin menukarkan isi 2 buah gelas, yang 1 berisi susu dan gelas lainnya berisi kopi, coba anda fikirkan bagaimana cara menukarkan isi kedua gelas tersebut.

Pengenalan Konsep algoritma dalam kehidupan sehari-hari

Ya...saya yakin cara anda bisa jadi sama dengan apa yang saya fikirkan, yaitu dengan menyediakan 1 gelas kosong kemudian pindahkan isi salah satu gelas misalnya kopi ke gelas yang kosong tersebut, dan gelas berisi susu tuangkan ke gelas kosong yang sebelumnya berisi kopi, kemudian gelas yang kosong yang sudah diisi kopi tuangkan ke gelas kosong yang sebelumnya berisi susu, maka selesai. gimana mudah bukan. Ketika anda memikirkan sebuah solusi atau langkah penyelesaian untuk kasus di atas, secara tidak langsung anda sudah bersentuhan dengan cara berfikir algoritma.

Ilustrasi langkah-langkah penyelesaian masalah untuk kasus tersebut akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


C adalah gelas kosong,
langkah 1:  isi dari gelas A tuangkan ke C
langkah 2:  isi dari gelas B tuangkan ke gelas A yang kosong isinya sudah dituangkan ke gelas C
langkah 3: isi dari gelas C tuangkan ke gelas B yang sudah kosong

Dalam 3 langkah kasus di atas dapat terselesaikan

Langkah-langkah Penyelesaian kasus di atas tanpa anda sadari sama dengan langkah-langkah penyelesaian menggunakan algoritma.

Konsep Struktur Algoritma

Langkah-langkah penyelesaian menggunakan algoritma memiliki aturan khusus, biasanya menggunakan pendekatan bahasa pemrograman yang ada, jika targetnya adalah untuk mempelajari bahasa pemrograman pascal, maka struktur algoritma juga akan menggunakan pendekatan struktur dalam bahasa pemrograman pascal, begitu juga untuk algoritma bahasa pemrograman lainnya.

Struktu algoritma adalah aturan penulisan algoritma untuk memecahkan suatu kasus. sebenarnya untuk masalah struktur yang serupa dengan algoritma tanpa anda sadari anda juga sering terlibat, seperti misalnya ketika anda diminta oleh guru matematika atau fisika untuk menyelesaikan kasus matematika dalam bentuk soal cerita.

Kebanyakan langkah-langkah penyelesaian soal tersebut strukturnya kurang lebih akan seperti ini:

Diketahui:
Cantumkan apa saja data yang diketahui di dalam soal yang dapat membantu untuk mecahkan soal;
Ditanyakan:
Apa yang harus dipecahkan
Jawab:
Berisi uiraian penyelesaian soal sampai ditemukan jawabannya.

Saya yakin, ketika anda mengenyam bangku SD, SMP penyelesaian dengan langkah-langkah di atas sering anda temui, jika dihubungkan dengan algoritma, maka cara penyelesaian soal di atas tidak jauh berbeda dengan algoritma, yang membedakan adalah struktrunya saja. ketika dipecahkan di algoritma strukturnya sedikit berbeda.

Pengenalan Konsep Variable dan Tipe data dalam Algoritma

Untuk pemula saya yakin anda akan sulit memahami apa itu variable dan apa itu tipe data? untuk apa?. coba baca lagi dan perhatikan kasus algoritma untuk menukarkan 2 gelas berisi susu dan kopi diatas.

Secara tidak langsung di kasus di atas anda sudah bersentuhan dengan variable dan tipe data, agar anda lebih paham tentang variable dan tipe data saya akan menggunakan ilustrasi kasus tersebut.

Gelas gelas yang digunakan, bisa dianalogikan sebagai Variable, jadi variable itu semacam wadah untuk menampung sesuatu.

Kopi dan Susu, yang bisa ditampung oleh gelas itu bisa dianalogikan sebagai Tipe data.

Jadi kesimpulannya, variable bisa anda interpretasikan sebagai sebuah penampung atau wadah, sedangkan tipe data bisa anda interpretasikan sebagai jenis isi yang dapat ditampung oleh variable. sampai sini semoga anda paham.

Jadi ketika anda bersentuhan dengan penyelesaian masalah menggunakan algoritma andapun akan sering berinteraksi dengan variable dan tipe data, anggap saja keduanya seperti ilustrasi diatas, sehingga ketika berinteraksi dengan variable dan tipe data anda jadi tau maksudnya


Struktur Penulisan algoritma

Struktur dalam algoritma adalah aturan atau metode khusus penulisan berupa langkah-langkah untuk penyelesaian suatu masalah yang akan dipecahkan yang merepresentasikan proses yang terjadi di dalam program secara terkomputerisasi. beberapa metode penulisan dalam algoritma meliputi:
  • Menggunakan bahasa alami atau natural language, bahasa inggris, bahasa indonesia atau bahasa lainnya
  • Menggunakan flowchart atau bagan alir dokumen
  • Menggunakan notasi pseudocode

Sedangkan struktur algoritma terdiri dari 3 bagian yaitu sebagai berikut:
  1. Bagian Header atau kepala, awal penulisan algoritma biasanya mewakili judul algoritma yang biasanya diawali dengan kata program diikuti oleh judul program.
  2. Bagian Pendeklarasian, Disini tempatnya untuk mendeklarasikan atau menyebutkan variable-variable yang nanti akan digunakan untuk membantu proses penyelesaian (lihat lagi konsep algoritma untuk kasus menukar 2 isi gelas di atas)
  3. Bagian body atau badan algoritma, ini untuk menguraikan langkah-langkah urutan proses penyelesaian sampai masalah terpecahkan.

Contoh Penulisan algoritma :

Program cetak_kata
{program ini untuk menampilkan kata "Selamat datang" pada layar monitor}

Deklarasi
X: string {X adalah nama variable dan string adalah tipe datanya, variable dengan tipe data string  digunakan untuk menampung tulisan}

Algoritma:
X <-- Selamat datang { tanda panah <-- ini artinya kata selamat datang diisikan pada variable X, jadi variable X seperti wadahnya dan kata selamat datang adalah isinya}
Write(X) {perintah write(X) adalah untuk mencetak isi yang terdapat di dalam variable X}

Struktur Penulisan Algoritma dengan Bahasa Natural

Struktur penulisan algoritma bisa menggunakan bahasa natural (bahasa indonesia misalnya) sehingga algoritma lebih mudah dipahami, struktur algoritma dengan bahasa natural biasanya disajikans secara singkat jelas dan padat serta mudah dimengerti dan dapat mewakili proses yang akan dilakukan. tidak memiliki aturan baku yang penting mudah dipahami.

Contoh Struktur penulisan algoritma dengan bahasa natural:

Program Menampilkan tulisan di layar komputer

Deklarasi
Menggunakan variable X untuk menampung kata yang akan dicetak

Algoritma:
1. Variable X diisi dengan kata "Selamat datang"
2. Cetak isi dari variable X di layar komputer
3. Selesai.

Contoh di atas hanya contoh sederhana saja, uraian langkah-langkah proses penyelesaian mungkin ankan berbeda sesuai dengan kasus yang ingin dipecahkan.

Struktur Algoritma dengan Flowchart

Dulu ketika komputer baru ditemukan pemecahan masalah diselesaikan menggunakan Bentuk bangun ruang yang memiliki arti khusus, sekarang bagan ini dikenal sebagai flowchart atau bagan alir yang menunjukan bagan alir data (flowchart) secara logika.

Gaya penulisan algoritma dengan flowchart sifatnya standar dan penggunaannya sama yang saat ini banyak digunakan sebagai media berkomunikasi dan dokumentasi. pedoman ketika menggunakan metode flowchart adalah sebagai berikut:
  1. Aturan Peletakan simbol bagan alir (flowchart) sebaiknya dari atas ke bawah di mulai dari sebelah kiri halaman.
  2. Setiap simbol mewakili kegiatan yang harus ditulis dengan jelas
  3. Dimulai dengan simbol Start dan diakhiri dengan simbol END
  4. Setiap kegiatan harus memiliki input dan menghasilkan output
  5. Nama kegiatan atau proses di dalam flowchart sebaiknya menggunakan kata kerja seperti hitung, entry data dll.
  6. Setiap kegiatan di flowchart harus memiliki alur dan proses secara rinci dan jelas
  7. Kegitan yang terpotong karena keterbatasan halaman akan dipotong dengan jelas menggunakan simbol penghubung.

Jenis bagan alir flowchart adalah 5 jenis sebagai berikut:
  1. Bagan alir sistem, menjelaskan urutan setiap prosedur dalam sistem
  2. Bagan alir dokumen (document flowchart), yang menunjukan arah aliran data laporan atau formulir pada sub program atau proses
  3. Bagan alir skematik (schematic flowchart) mirip dengan bagan alir sistem, untuk menggambarkan skema aliran data pada prosedur di dalam sistem
  4. Bagan alir program (program flowchart), berguna untuk analisis sistem dengan menggambarkan proses dalam suatu prosedur program
  5. Bagan alir proses (process flowchart) bagan yang sering digunakan di dalam aliran proses pada teknik industri.
Algoritma flowchart menggunakan simbol khusus yang harus dipahami dan diingat sebagai berikut:

Simbol Flowchart untuk algoritma


Contoh Algoritma menggunakan flowchart
Algoritma flowchart di bawah ini untuk mencetak nilai paling besar dari 3 nilai yang diinput oleh pengguna:

Flowchart untuk menentukan nilai terbesar

Struktur Algoritma dengan Pseudocode

Pseudo artinya tidak sebenarnya, semu atau samar.  Pseode kode adalah sebuah kode notasi yang tidak sebenarnya yang mewakili logika algoritma dan bahasa pemrograman.

Pseudo kode tidak memiliki aturan penulisan khusus, tidak seperti dalam bahasa pemrograman. pedoman penulisan algoritma dengan pseudocode adalah sebagai berikut:

1. Memiliki bagian Header yang menunjukan judul algoritma, komentar dan deklarasi
2. Memiliki bagian badan algoritma yang menunjukan inti dari proses
3. Memiliki bagian akhir proses algoritma
4. Pendeklarasian di bagian header tidak jauh berbeda penulisannya dengan algoritma

Contoh penulisan deklarasi

Deklarasi
Nama_variable : tipe data

misal:
Deklarasi X : String

5. Assignment (pernyataan/penugasan) saat memberikan sebuah nilai pada variable menggunakan format <--
contoh :
angka <-- 100 
Dapat diartikan 100 di masukan pada variable angka.

6. Banyak menggunakan bahasa inggris seperti misalya
IF...., Read, Write... dll

7. Komentar di tulis dalam tanda kurung kurawal {.....komentar......}

Contoh Algoritma menggunakan Pseudocode:

program hitung_jumlah_tamu

Deklarasi
bejana : integer
gelas : integer
tamu : integer

Algoritma
bejana <-- 12
gelas <-- 0.25
tamu <-- bejana/gelas

write(tamu)

-
Back To Top