Blog Informasi Teknologi

Sistem Operasi Jaringan : pengertian, Jenis, Fungsi, Cara kerja dan contoh sistem operasi jaringan

Materi mengenai sistem operasi jaringan komputer sebenarnya sudah mulai dipelajari di jenjang smk, di jenjang smk sendiri materi tentang sistem operasi jaringan ini banyak dipelajari di jurusan teknik komputer jaringan (TKJ) mata pelajaran administrasi sistem jaringan untuk smk kelas XI dan kelas XII  kurikulum 2013.

Untuk mendokumentasikan mengenai sistem operasi jaringan, di artikel kali ini saya akan coba menguraikan mengenai sistem operasi jaringan (pengertian, Jenis, Fungsi, Cara kerja, contoh serta perbedaan sistem operasi jaringan dengan sistem operasi pada umumnya).

Jaringan komputer saat ini memang bukan merupakan suatu hal yang baru, jaringan komputer dibuat dengan tujuan untuk memanfaatkan sumberdaya secara bersama-sama baik software maupun hardware.



Baiklah sekarang saya akan coba uraikan secara panjang lebar mengenai sistem jaringan komputer sehingga diharapkan artikel ini dapat bermanfaat untuk anda.

Pengertian Sistem Operasi jaringan

Berbicara mengenai sistem operasi jaringan terdiri dari 2 istilah yang digunakan yaitu, sistem operasi dan jaringan komputer, 

Pengertian Sistem operasi ?
Pengertian Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia.

Pengertian Jaringan Komputer ?
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling berhubungan satu sama lain dengan menggunakan protokol komunikasi melalui media sehingga dapat saling bertukar informasi, perangkat lunak dan perangkat keras.

Pengertian Sistem Operasi jaringan ?
Istilah Sistem operasi jaringan ini populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an.  jika didefinisikan pengertian dari sistem operasi jaringan adalah:

Sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya, sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS Service, HTTP Service, DHCP, remote server dan lain sebagainya. 

Fungsi Sistem operasi Jaringan

Sistem operasi jaringan memang berbeda dengan sistem operasi pada umumnya, karena sistem operasi jaringan sudah dilengkapi dengan banyak layanan atau service yang memang ditujukan untuk melayani kebutuhan berbagai perangkat yang terhubung kejaringan.

Adapun Fungsi dari sistem operasi jaringan sendiri adalah sebagai berikut:

a. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan

b. Mengelola sumber daya jaringan
Beberapa pengelolaan sumberdaya jaringan meliputi:
  • Berbagi pakai sumberdaya software maupun hardware secara bersama-sama,
  • Pemprosesan terpusat
  • Akses internet bersama-sama
  • dll

c. Menyediakan layanan
Sevice/Layanan Yang Biasa Diberikan Oleh Sistem Operasi Jaringan meliputi:
  • Layanan DHCP (Dynamic Host Configuration System), adalah komputer server yang men-assign IP address kepada client yang meminta IP address dalam suatu jaringan.
  • Layanan DNS (Domain Name Server), yaitu sebuah aplikasi service yang biasa digunakan dalam internet seperti web browser atau email yang berfungsi menerjemahkan IP address menjadi nama domain ataupun sebaliknya.
  • Layanan FTP atau File Transfer Protocol adalah sebuah protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar data atau file dalam sebuah network yang menggunakan TCP/IP.
  • Layanan Web Server adalah sebuah perangkat lunak yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkannya kembali dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML
  • Layanan Remote Server, sebuah layanan untuk mengendalikan server dari jarak jauh
  • Dan layanan lainnya.
d. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users
Melindungi pemakaian komputer secara terpusat seperti memberikan batasan hak akses, pemberikan user akun dan password.

Kategori Model Sistem operasi jaringan

Terdapat 2 macam model sistem operasi yaitu sistem operasi berbasis text dan sistem operasi berbasis grafik.

A. Sistem operasi berbasis Text / CLI

Sistem operasi berbasis text atau Command Line Interface (CLI) adalah sistem operasi yang tampilan antarmukanya hanya menampilkan text saja berupa huruf, angka dan karakter khusus. Dari tampilannya sendiri, sistem operasi berbasis text kurang menyenangkan bagi pengguna.

Kelebihan sistem operasi berbasis text adalah sebagai berikut :

  • Pengoperasiannya mudah
  • Space yang dibutuhkan tidak besar.
  • Tidak memerlukan memori yang besar.
  • Kompatibel hampir ke semua software dan hardware.
  • Kekurangan Sistem Operasi Berbasis Text
  • Mode operasinya text
  • Tidak User Friendly
  • Tidak kompatibel terhadap software grafis.
Contoh sistem operasi berbasis text:
  • Linux Debian
  • Linux Suse
  • Sun Solaris
  • Linux Mandrake
  • Knoppix
  • MacOS
  • UNIX
  • Windows NT
  • Windows 2000 Server  Windows 2003 Server,dll

B. Sistem operasi berbasis Grapik

Sedangkan sistem operasi grafik atau Graphical User Interface (GUI) adalah sistem operasi yang tampilan antar mukanya didesain dan memiliki tampilan yang lebih atraktif sehingga membuat pengguna komputer lebih nyaman dan menyenangkan. Sistem operasi GUI adalah sistem operasi yang merupakan pengembangan dari sistem operasi berbasis text.

  • Kelebihan sistem operasi berbasis grafis adalah sebagai berikut :
  • Desain grafis yang lebih menarik.
  • Mudah digunakan (User friendly)
  • Menarik minat pengguna
  • Berinteraksi dengan komputer secara lebih baik.
  • Resolusi gambar yang tinggi
  • Kekurangan Sistem Operasi Berbasis Grafis
  • Membutuhkan memori yang besar
  • Sangat bergantung kepada hardware
  • Membutuhkan banyak tempat pada layar komputer
  • Kurang fleksibel.
Contoh sistem operasi berbasis GUI
  • Linux Redhat
  • Windows NT 3.51
  • Windows 2000 (NT 5.0)
  • Windows Server 2003
  • Windows XP
  • Microsoft MS-NET
  • Microsoft LAN Manager
  • Novell NetWare,dll

Jenis atau Macam-macam sistem operasi jaringan

Jenis atau macam-macam sistem operasi jaringan meliputi:

1. Banyan VINES
Banyan VINES (Virtual Integrated Network Service) adalah sebuah sistem operasi jaringan populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an yang banyak digunakan dalam jaringan-jaringan korporat. Vines pada awalnya dibuat berdasarkan protokol jaringan yang diturunkan dari Xerox Network System (XNS). 

VINES sendiri menggunakan arsitektur jaringan terdistribusi klien atau server yang mengizinkan klien-klien agar dapat mengakses sumber daya di dalam server melalui jaringan.

2. Novell Netware
Novell Netware adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau nkompatibelnya. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell, dan dibuat oleh Novell Inc. berbasis tumpukan protokol jaringan Xerox XNS. Novell Netware dahulu digunakan sebagai LAN-based network operating system. Banyak digunakan pada awal sampai pertengahan tahun 1990-an.

3. Microsoft LAN Manager
LAN Manager adalah sebuah sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation bersama dengan 3Com Corporation. LAN Manager didesain sebagai penerus perangkat lunak server jaringan 3+Share yang berjalan di atas sistem operasi MS-DOS.

4. Microsoft Windows NT Server
Microsoft Windows NT Server menggunakan non-dedicated server sehingga memungkinkan untuk bekerja pada komputer serevser, protocol jaringan menggunakan TCP/IP dan Windows NT merupakan sebuah sistem operasi 32-bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista. Windows 98, Windows 2000 Profesional, Windows XP Profesional, dan Windows NT Workstation.

Seluruh windows yang ada di atas tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan (work station), seperti dapat mengakses file dan menggunakan printer.

5. GNU/LINUX
GNU/LINUX adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur TCP/IP. Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur TCP/IP.

Salah satu jenis varian linux yang banyak digunakan untuk sistem operasi jaringan adalah debian

6. UNIX
UNIX dapat menangani pemrosesan yang besar sekaligus menyediakan layanan internet seperti web server, FTP server, terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS) yang mengijinkan client dengan sistem operasi yang berbeda untuk mengakses file yang di simpan di komputer yang menggunakan sistem operasi UNIX.

Cara Kerja sistem operasi jaringan

Ada 4 komponen utama yang terdapat pada sebuah sistem jaringan komputer, yakni :
  • Sender (pengirim data informasi)
  • Protokol (yang meng-encode dan men-decode data informasi)
  • Media transmisi (medium transfer data), dan
  • Receiver (penerima data informasi).
Agar sebuah sistem jaringan komputer dapat saling bertukar informasi data, diperlukan sebuah alat yang disebut Modem (Modulator Demodulator) yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital maupun sebaliknya.

Cara kerja dari sistem jaringan komputer bisa juga dilihat dari tipe jaringannya. Tipe jaringan itu terdiri atas jaringan berbasis server dan jaringan peer to peer.

A. Jaringan Client-Server

Pada sistem jaringan komputer ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

B. Jaringan Peer-to-peer

Pada sistem jaringan komputer ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.

Perbedaan Sistem operasi jaringan dengan sistem operasi pada umumnya?

Berikut perbedaan sistem operasi jaringan dan sistem operasi pada umumnya:

Sistem operasi jaringan, selain memiliki fasilitas yang disediakan oleh sistem operasi pada umumnya, sistem operasi ini sudah dilengkapi dengan berbagai layanan atau servis yang berguna untuk mengelola jaringan.

Sedangkan Sistem Operasi pada umumnya merupakan perangkat lunak sistem operasi yang bertugas untuk melakukan kontrol dan memanajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar dari suatu sistem komputer.  sistem operasi ini tidak dilengkapi dengan servis untuk mengelola jaringan tidak seperti pada sistem operasi jaringan.

Itulah mengenai Sistem Operasi Jaringan : pengertian, Jenis, Fungsi, Cara kerja dan contoh sistem operasi jaringan, semoga bermanfaat.

Mengatasi masalah "Waiting VHD Service is Ready" pada Exam browser admin CBT Synch UNBK

Mengatasi "Waiting VHD Service is Ready" pada CBT Synch UNBK terbaru 2018 - Sebenarnya saya sudah cukup banyak membuat artikel terkait unbk terutama yang berkaitan dengan konfigurasi server unbk, maklum karena kebetulan saya ditunjuk sebagai proktor unbk di salah satu smk swasta di kota Garut.

Berdasarkan pengalaman selama menjadi proktor tahun lalu 2017, terkait konfigurasi server unbk, memang tidak dipungkiri kemungkinan akan banyak bermunculan kendala yang bisa anda alami, apalagi anda sebagai proktor pemula yang baru pertama kali dilibatkan di unbk, saya pun pernah mengalaminya.

Menurut saya kendala yang paling umum yang sering dialami adalah  masalah konfigurasi, salah satunya seperti aplikasi cbt sync tidak mau terhubung ke server unbk ketika dijalankan dengan munculnya pesan Waiting VHD service is Ready secara terus menerus terlihat seperti gambar di bawah ini:


Karena unbk 2018 akan segera dilaksanakan, saya termotivasi untuk membuat artikel ini karena saya lihat banyak para proktor terutama proktor pemula, yang banyak mengalami kendala terkait masalah aplikasi cbt synch tersebut.

Sebenarnya pesan tersebut normal muncul ketika aplikasi cbt sync dijalankan, pesan tersebut menandakan bahwa aplikasi sedang mencari koneksi ke server lokal unbk. jika sistem server unbk siap, maka aplikasi akan terhubung ke server unbk yang kemudian akan dilanjutkan untuk terhubung ke server pusat.

namun karena ada kesalahan yang berkitan dengan unbk, aplikasi cbt synch pun tidak mau konek dan muncul pesan Waiting VHD Service is Ready secara terus menerus.

Penyebab Aplikasi Exam browser admin CBT Sync tidak konek dengan pesan Waiting VHD Service is Ready

Aplikasi cbt sync tidak mau konek dan terus mengeluarkan pesan waiting vhd service is ready secara terus menerus, umumnya dikarenakan aplikasi tidak terkoneksi ke sistem server lokal unbk, penyebabnya bisa karena sebagai berikut:
  1. Anda belum mengaktifkan network driver di virtual box dimana sistem server unbk terinstal
  2. Aplikasi exam broser admin belum di konfigurasi dengan benar
  3. Konfigurasi IP address komputer client tidak cocok dengan ip address server unbk yang anda instal di virtaual box.
  4. Firewall di komputer client maupun server dalam keadaan aktif sehingga memblokir keterhubungan jaringan komputer client ke server.
  5. Sistem server unbk yang anda instal di virtual box dalam keadaan corrupt atau rusak.


Solusi Mengatasi "Waiting VHD Service is Ready" pada Aplikasi Exam browser admin CBT Synch UNBK

Solusi untuk mengatasi aplikasi cbt sync / exambro admin tidak mau konek ke server unbk dengan pesan waiting Service is ready secara terus menerus adalah sebagai berikut:

1. Konfigurasi network driver di virtual box dengan benar

Saya anggap anda sudah menginstal server unbk di virtual box, jika belum silahkan baca cara instal server unbk untuk pemula

Setelah sistem server unbk terinstal, jangan dulu di jalankan.

Pada virtual box anda harus mengaktifkan 3 network driver:

a. Driver 1 pilih bridge lalu pilih nama nic 1 yang akan dihubungkan ke hub komputer client (komputer tes siswa) awas jangan salah.


b. Driver 2 untuk nic 2 yang akan terhubung ke internet, silahkan pilih Nat



c Driver 3 (opsional), pilih Host only adapter agar aplikasi exambro admin tetap bisa dijalankan di komputer server yang bersangkutan, ini sifatnya opsional jika komputer server belum terhubung ke client.


2. Konfigurasi ip address di komputer host (server) dengan benar

Setalah konfigurasi network driver di virtual box, langkah selanjutnya lakukan konfigurasi ip address di komputer host.

a. Pada komputer server (komputyer tempat anda menginstal virtual box), silahkan buka control panel. lalu masukan ip address untuk nic 1 dan host only adapter.

Server UNBK secara default memiliki IP address 192.168.0.200
Maka pada netword driver di atas saya seting ip address seperti terlihat pada gambar.

3. Matikan Firewall di komputer server maupun client

Yang ketiga matikan firewall di komputer server maupun client, caranya silahkan masuk ke control panel lalu pilih windows firewall, lalu pilih menu Turn windows firewall on or off, lalu off kan



Jalankan Aplikasi Exam Browser Server

Jika konfigurasi di atas sudah anda lakukan silahkan jalankan aplikasi exambro server, lalu buka menu settings, lalu masukan:

a. Browser path: arahkan ke lokasi aplikasi google chrome terinstal  (tanpa pake kutif yah)
b. Vbox manage path, arahkan ke lokasi virtual box terinstal (hati-hati jangan mengandung tanda kutif yah di kedua ujungnya)

kedua cara ditas jangan sampai salah, jika salah biasanya akan muncul pesan VHD Not Found atau browser not found.

c. pad aplikasi Exambrowser admin di kotak VM,  silahkan masukan / pilih  nama instalasi server unbk di virtual box pada kotak vm di exambrowser admin



d. Tekan tombol Start VM lalu tunggu...
Jika sietem server unbk minta password, masukan saja P4sssw0rd, tunggu hingga sistem menyala.

Jika konfigurasi benar, maka aplikasi exambro akan berjalan dengan benar, terlihat seperti gambar di bawah ini:


Tekan saja tombol Yes untuk membuka Aplikasi CBT Sync, pastikan server sudah konek ke internet.

Demikian artikel mengenai  Mengatasi masalah "Waiting VHD Service is Ready" pada Exam browser admin CBT Synch UNBK, semoga membantu

Cara Install dan Konfigurasi SSH Server di Linux debian untuk remote access

SSH Server adalah aplikasi server yang dapat berjalan di sistem operasi linux yang berfungsi agar komputer server dapat diakses secara remote (remote access) dari jarak jauh menggunakan  aplikasi remote client.

Aplikasi remote access memang merupakan aplikasi yang sangat penting untuk diaktifkan, apalagi di perusahaan-perusahaan saat ini, remote access memiliki kelebihan kompetitif dengan memberikan akses langsung untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dimanapun mereka berada.

Dengan adanya remote access di perusahaan, maka perusahaan dapat memberikan dukungan  dan respon yang lebih baik terhadap pelanggan, selain itu keberadaan remote access dapat meringankan pekerjaan sehingga lebih efektif dan lebih efisien, dapat mengurangi jumlah dan ruang kantor yang diperlukan.


Di sistem operasi linux debian, paket aplikasi ssh server tidak berjalan secara otomatis, namun harus di instal dan juga di konfigurasi.

Untuk instal dan konfigurasi ssh server untuk kebutuhan remote access di sistem operasi debian sebenarnya sangatlah mudah, namun sayangnya masih banyak yang belum berpengalaman cara melakukan instalasi dan juga konfigurasinya.

Cara Install dan Konfigurasi SSH Server di Linux debian untuk remote access

Di sistem operas linux debian sebelum melakukan instalasi paket aplikasi, sumber instalasi harus sudah terdaftar di repository, jika tidak maka kemungkinan aplikasi tidak akan bisa diinstal dengan pesan error "unable to locate package...",

Untuk paket aplikasi ssh server sumber instalasinya terdapat di DVD 1 instalasi debian., langkah-langkah untuk instalasi SSH Server di sistem operasi debian adalah sebagai berikut:

1. Pastikan sumber instalasi ssh server yaitu dvd 1 debian sudah terdaftar di repository.
cek saja dengan perintah:
nano /etc/apt/sources.list,

Jika anda melihat tulisan

deb cdrom:[Debian GNU/Linux 8.5.0 _Jessie_ - Official amd64 DVD Binary-1 20160604-15:35]/ jessie contrib main

Itu artinya sistem debian sudah mengenali sumber instalasi dvd1 debiah, sehingga ssh server sudah bisa untuk diinstal.

Namun jika tidak ada,  maka anda harus menambahkan sumber aplikasi dvd 1 ke dalam sistem repository debian, caranya yaitu:

1. Masukan dvd1 ke cdrom.

2. Lalu ketikan perintah berikut:
apt-cdrom add
lalu ketikan lagi perintah:
apt-get update

Cara instal SSH Server di linux debian

Setelah dipastikan sumber instalasi dvd1 sudah terdaftar di repository debian, maka langkah selanjutnya anda bisa menginstal ssh server untuk remote server.

Langkah-langkah untuk instalasi ssh server di debian adalah sebagai berikut:

1. Masukan sumber dvd 1untuk instalasi ssh server

2. ketikan perintah instal berikut:
apt-get install open-ssh-server
Tunggu hingga proses instalasi selesai, hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja.

Secara default ssh server yang sudah terinstal biasanya menggunakan port 22, namun untuk keamanan anda juga bisa mengubahnya dengan cara melakukan konfigurasi ssh server.

Cara Konfigurasi SSH Server di debian

Setelah ssh server di instal langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi ssh-server dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Ketikan perintah berikut untuk mengedit file konfigurasi ssh server:
nano /etc/ssh/sshd_config
Akan muncul tampilan kurang lebih seperti gambar berikut:


Lalu cari tulisan port 22, kemudian ganti angka 22 dengan nomor port yang anda inginkan, misalnya 1447, seperti gambar di atas. lalu simpan dengan menekan tombol CTRL + X lalu Y kemudian enter.

2. Restart SSH Server dengan mengetikan perintah

    /etc/init.d/ssh restart

3. Selanjutnya silahkan lalukan Test / Pengujian SSH Server

Pengujian harus dilakukan untuk memastikan bahwa ssh server sudah aktif dan berjalan dengan baik. Pengujian SSH Server bisa dilakukan di komputer server maupun komputer clinet yang menggunakan sistem operasi windows.

a. Pengujian SSH Menggungkan komputer server

Untuk melakukan pengujian di komputer server (komputer yang bersangkutan dimana sistem operasi debian digunakan),  ketikan saja dengan format perintah
ssh username@localhost -p noport

Misal kita ingin akses ssh dengan super user, misal nama super user = root, kemudian port yang digunakan untuk ssh adalah 1447, maka untuk mengecek ssh di komputer server perintahnya adalah:
ssh root@localhost -p 1447
Jika portnya masih bawaan (port 22) alias belum dirumah, maka anda cukup mengetikan perintah
ssh root@localhost

Jika anda diminta untuk login, itu artinya pengujian ssh dikomputer client sudah berhasil.


b. Pengujian SSH Menggunakan komputer client.

Untuk menguji ssh di komputer client bersistem operasi windows, anda harus menggunakan aplikasi ssh client. beberapa aplikasi ssh client yang dapat anda gunakan diantaranya adalah:
  • Putty (ssh client berbasis CLI)
  • WinSCP (SSH Client berbasis windows, tampilannya seperti windows ekplorer).
  • dll
Syarat agar bisa menguji ssh server melalui komputer client adalah:

  • Anda harus tau nama hostname atau ip address komputer server, silahkan konfigurasi dulu ip address server agar bisa menggunakan ip statis.
  • Anda harus tau port dari ssh server, contoh di atas menggunakan port 1447, jika port tidak di konfigurasi maka yang digunakan adalah port bawaan yaitu 22.
  • Di komputer client harus sudah terinstal ssh client, baik itu putty, winscp dll, kalo saya sih lebih suka pake putty.

1. Remote Access menggunakan putty

Putty adalah salah satu aplikasi remote client yang bisa berjalan di komputer windows berbasis CLI atau perintah. aplikasi ini merupakan aplikasi yang bisa digunakan untuk remote access server linux.

 Langkah-langkah untuk akses ssh server menggunakan putty

a. Instalkan putty di komputer client
b. Buka putty, tampilannya kurang lebih seperti gambar di bawah ini:


3. Lalu silahkan masukan data:
  • hostname (or IP address): isi dengan ip address komputer server atau nama hostname server debian anda.
  • port: silahkan isi dengan nomor port yang anda konfigurasi di ssh server, default adalah 22.
  • Tekan tombol Open, jika ada alert pilih Yes saja.
Anda akan diminta untuk login, silahkan login dengan user biasa atau super user, tampilan putty kurang lebih seperti gambar di bawah ini:


Tampilannya seperti halnya debian di komputer server dalam mode teks.

Remote Access menggunakan WinSCP 

Sama halnya seperti Putty, winscp merupakan aplikasi remote client yang dapat digunakan untuk mengakses server linux yang sudah menjalankan ssh, namun bedanya WinSCP berbasis tampilan sama halnya seperti windows explorer.

Dengan winSCP anda bisa mengelola file (mengcopy, delete, hapus, move) di server atau bertukar file dengan mudah antara komputer client dengan sistem operasi windows dengan server linux.

Cara menjalankan remote access dengan winSCP adalah sebagai berikut:
a. silahkan instalkan winscp versi terbaru di komputer anda.

b. Jalankan winscp, tampilannya kurang lebih seperti gambar di bawah ini:

Sama halnya seperti putty, anda biasanya harus login dengan memasukan hostname dan port number.
  • Hostname, isi dengan nama komputer atau ip address komputer server
  • Port, isi dengan port yang digunakan oleh ssh-server

c. Tekan tombol login,
Anda biasanya akan diminta untuk memasukan username dan juga password server debian anda, silahkan masukan. Tampilannya kurang lebih akan seperti gambar di bawah ini:



Di sebelah kiri biasanya jendela windows anda, di sebelah kanan jendela file server anda, dengan winSCP anda bisa dengan mudah untuk saling bertukar file antara windows dengan linux.



Ada banyak sekali Aplikasi Remote client yang bisa anda gunakan, anda bisa mencari referensi dan bisa coba untuk menggunakannya.



Itulah tentang Cara Install dan Konfigurasi SSH Server di Linux debian untuk remote access, semoga bermanfaat.

Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap

Di artikel sebelumnya saya sudah menguraikan sebuah artikel bagaimana cara instal dan konfigurasi samba server di debian, masih tentang debian kali ini akan saya uraikan bagaimana Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap -

Debian merupakan sistem operasi berbasis linux yang cukup banyak digunakan sampai saat ini, alasannya karena sistem operasi debian dianggap sistem operasi yang paling aman dan stabil, ditambah lagi debian sudah banyak menyediakan paket aplikasi server yang dapat mendukung kinerja server debian.

Salah satu paket aplikasi server yang cukup penting dan sudah tersedia di debian adalah dhcp server, dhcp (Dynamic Configuration Protocol) merupakan protokol komunikasi yang dapat memberikan layanan ip address secara otomatis kepada setiap client yang terkoneksi dengan server.

Sebuah server memang perlu mengaktifkan dhcp agar dapat mempermudah kerja server administrator, karena dengan mengaktifkan dhcp di mesin server, maka setiap mesin atau komputer client yang terhubung dengan server di dalam jaringan tidak perlu lagi melakukan seting ip address secara manual, cukup menyeting ip address otomatis, maka ip address akan langsung diberikan oleh server sehingga client bisa terhubung.

Konfigurasi dhcp server debian


DHCP server di linux debian sebenarnya tidak otomatis aktif secara default, namun harus diinstal dan dikonfigurasi secara manual/otomatis. Untuk melakukan konfigurasi dhcp server di linux debian baik itu debian 6, debian 7 maupun debian 8 ataupun varian linux yang lainnya sebenarnya tidak jauh berbeda,  biasanya hanya diperlukan beberapa langkah saja.

Tapi sayangnya terkadang untuk pemula ketika melakukan instalasi dan konfigurasi dhcp-server terutama yang menggunakan basis text atau CLI, sering mengalami kendala, ini karena banyak sekali para pemula yang belum memahami sepenuhnya bagaimana cara mengoperasikan linux debian, terutama ketika berhubungan dengan script atau perintah linux itu sendiri.

Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula

Untuk mengaktifkan dhcp server di linux debian server caranya cukup mudah, langkah-langkah yang harus anda tempuh cukup 4 langkah saja yaitu:

  1. Seting IP Address jaringan
  2. Menginstal DHCP server
  3. Konfigurasi DHCP server
  4. Restart Jaringan / networking dan DHCP-server

Langkah #1 : Seting IP Address jaringan

Langkah pertama yang harus anda lakukan sebelum melakukan instalasi dan konfigurasi dhcp server adalah melakukan konfigurasi ip address debian.

Langkah ini perlu dilakukan jika di server debian anda belum melakukan konfigurasi ip address.

Untuk setting ip address di debian langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a. Aktifkan server debian anda

b. Masuk sebagai super user (saya yakin anda sudah tau caranya)

c. Edit file konfigurasi untuk mengatur ip address dengan mengetikan perintah berikut:
 nano  /etc/network/interfaces 
Lalu seting ip address untuk server debian anda, misalnya ip address yang akan digunakan adalah kelas C yaitu 192.168.10.1 (silahkan sesuaikan), seperti contoh di bawah ini:

# This file describes the network interfaces available on your system
# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

# The loopback network interface
auto lo
iface lo inet loopback

# The primary network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
        address 192.168.10.1
        netmask 255.255.255.0
        network 192.168.10.0
        broadcast 192.168.10.255
        gateway 192.168.10.1

Simpan pengaturan dengan menekan tombol keyboard CTRL + X lalu menekan tombol Y kemudian enter.

Langkah #2 : Instal Paket Aplikasi DHCP Server

Langkah kedua setelah anda melakukan konfiggurasi ip address, yaitu menginstal paket aplikasi dhcp server.

Paket aplikasi dhcp server terdapat di DVD 2 instalasi debian. sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa sumber instalasi dvd2 sudah terdaftar di repository sistem debian.

Untuk memastikannya, silahkan cek dengan menggunakan perintah berikut:
nano  /etc/apt/sources.list

Jika anda melihat tulisan  seperti di bawah ini:
deb cdrom:[Debian GNU/Linux 8.5.0 _Jessie_ - Official amd64 DVD Binary-2 201606$

Itu artinya sumber instalasi dvd 2 untuk menginstal dhcp-server sudah terdaftar di repository sistem debian anda.

Kok Tidak ada ?
Jika belum anda harus memasukan sumber instalasi dvd 2 ke daftar repository sistem debian dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Masukan DVD 2 ke CDROM

b. Ketikan perintah   apt-cdrom add   lalu enter

c. Ketikan lagi perintah  apt-get update , lalu enter

Langkah di atas harus dilakukan, jika tidak, maka ketika melakukan instalasi akan keluar error

E: Unable to locate package .....

Jika anda tidak punya DVD2 debian, maka anda bisa mencoba menggunakan repository online, namun mesin server debian anda harus sudah konek internet.

Untuk menggunakan repository online, caranya bisa dibaca di artikel sebelumnya tentang
Mengatasi Error Unable to locate package debian

Lakukan Instalasi DHCP Server pada linux Debian

Saya anggap langkah di atas sudah anda lakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan instalasi dhcp server, caranya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

 apt-get install  isc-dhcp-server 

Tunggu hingga proses instalasi selesai., kurang lebih hasil proses instalasinya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

instal dhcp server debian

Langkah #3 : Lakukan Konfigurasi file DHCP-Server

Agar DHCP server bisa aktif dan berjalan dengan baik, maka setelah proses instalasi langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi dhcp-server.

Konfigurasi dhcp server dilakukan terhadap 2 file yaitu :
  1. file dhcpd.conf yang terletak di directory /ect/dhcp/dhcpd.conf 
  2. file isc-dhcp-server yang letaknya di directory /etc/default/isc-dhcp-server

Langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi dhcp adalah sebagai berikut:
Ketikan perintah berikut:
nano /etc/dhcp/dhcp.conf

Lalu cari teks # A slightly ...., kemudian hilangkan semua tanda # di bawah tulisan tersebut dari mulai tulisan #subnet sampai tanda #}.

Kemudian edit sesuaikan dengan IP address server debian anda (contoh pada langkah #1 di atas saya menggunakan ip address 192.168.10.1), maka untuk konfigurasi di dhcp, kurang lebih akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan IP address yang anda gunakan di server debian anda.

Jika sudah, silahkan simpan konfigurasi dhcp and dengan cara tekan CTRL+X laly tekan tombol Y kemudian enter.

Langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi file isc-dhcp-server, caranya ketikan perintah berikut

nano  /etc/default/isc-dhcp-server

Scroll ke bawah dengan menekan tombol keyboard panah bawah, sampai anda menemukan teks berluliskan INTERFACES=" ", lalu ubah isinya menjadi eth0 (karena kartu jaringan yang saya gunakan adalah eth0 sesuai dengan konfigurasi ip address pada langkah #1 sebelumnya)

Akan terlihat seperti gambar di bawah ini:

Konfigurasi dhcp server debian

Silahkan sesuaikan dengan jaringan anda.

Setelah itu simpan konfigurasi dengan menekan tombol CTRL+X lalu tekan Y kemudian enter.

Langkah #4 : Restart Jaringan dan juga DHCP Server.

Setelah selesai melakukan konfigurasi, langkah selanjunya adalah merestart jaringan anda dan juga dhcp server, langkahnya adalah dengan mengetikan perintah di bawah ini:

Restart jaringan
 /etc/init.d/networking  restart 

Restart dhcp server
 /etc/init.d/isc-dhcp-server  restart 

Maka jika berhasil, hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini:


Sampai langkah di atas anda sudah berhasil melakukan instalasi dan juga konfigurasi DHCP server di mesin server debian anda.

Namun Terkadang ketika melakukan restart isc-dhcp-server suka muncul error FAILED...!,, itu biasanya anda kesalahan ketika melakukan konfigurasi dhcp pada file dhcpd.conf.

Silahkan sesuaikan dengan ip address yang anda gunakan, hati-hati salah menentukan networking dan broadcast address.

Cara test DHCP di komputer client

Client dengan sistem operasi Linux:
Jika komputer client anda mengunakan linux, maka pada konfigurasi ip address linux (lihat kembali langkah #1 sebelumnya). ketikan perintah berikut:

auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Client dengan sistem operasi Windows
1. Buka pengaturan jaringan (anda pasti sudah tau caranya)

2. lalu lakukan pengaturan seperti di bawah ini:

konfigurasi ip address dhcp client window

3. Silahkan cek dengan cara melakukan ping ke alamat server
ping ipserver (untuk kasus saya yaitu, ping 192.168.10.1)


Jika hasilnya reply maka koneksi berhasil.

Itulah artikel lengkap tentang bagaimana Cara mudah instal dan konfigurasi dhcp server pada linux debian untuk pemula: lengkap, semoga dengan mengikuti langkah-langkah pada artikel di atas anda juga bisa melakukan konfigurasi dhcp server di komputer debian anda.

[Fix]: Mengatasi Error "Unable to locate package isc-dhcp-server" di debian ketika install DHCP Server

Salah satu permasalahan yang sering muncul ketika melakukan instalasi paket software di linux termasuk di debian adalah gagalnya instalasi dengan pesan Error "Unable to locate package ....", pesan tersebut muncul dikarenakan sistem tidak mengenali sumber repository dari paket aplikasi yang akan diinstal. tugas anda adalah menambahkan sumber instalasi baik itu dvd maupun alamat situs ke daftar sumber repository.

di artikel kali ini saya akan coba menguraikan artikel mengenai cara  Menatasi masalah "E: Unable to locate package isc-dhcp-server" di Debian ketika install DHCP namun sebelum itu saya akan coba jelaskan sedikit mengenai debian.


Menatasi masalah "E: Unable to locate package isc-dhcp-server

Debian merupakan salah satu sistem operasi keluarga linux yang cukup banyak digunakan sampai saat ini, alasannya karena debian salah satu sistem operasi server yang cukup stabil dan sangat aman, selain itu paket aplikasi server di debian cukup lengkap terutama untuk paket aplikasi yang sangat dibutuhkan oleh sebuah server.

Beberapa paket aplikasi server linux debian diantaranya adalah
  • Open SSH server, sebagai salah satu aplikasi remote server linux, sehingga server debian memungkinkan untuk bisa diakses dari jarak jauh menggunakan aplikasi remote client seperty PUTTY, Winscp, curasder dll.
  •  NTP Server, merupakan sebuah protokol yang memungkinkan waktu di server debian bisa disahre ke komputer client
  • Samba server, sebuah aplikasi linux yang memungkinkan server debian bisa saling sharing data dengan sistem operasi windows
  • DHCP server, memungkinkan server debian bisa memberikan ip address otomatis kepada setiap client yang terhubung, sehingga client tidak perlu repot-repot harus melakukan seting konfigurasi ip address secara manual.
  • Web server, memungkinkan server debian difungsikan sebagai  web server yang diperuntukan untuk menyimpan halaman-halaman web yang siap diakses oleh client.
  • Dan masih banyak lagi paket-paket aplikasi server yang siap digunakan jika diperlukan.

 Aplikasi-aplikasi server diatas, umumnya tidak langsung aktif atau terinstal begitu saja, sehingga untuk dapat menggunakan paket aplikasi tersebut, aplikasi tersebut perlu diinstal di server debian.

Cara instal aplikasi di linux termasuk debian sangat berbeda sekali dengan windows, umumnya setiap paket aplikasi yang diinstal sumbernya harus dikenali terlebih dahulu oleh sistem operasi, maka langkah pertama adalah memasukan sumber instalasi di daftar repository linux (daftar sumber paket instalasi).

di debian sendiri daftar repository terdapat pada  file /etc/apt/sources.list untuk membukanya anda bisa menggunakan perintah:
nano /etc/apt/sources.list

Maka anda dapat melihat daftar teks sumber repository yang siap diinstal apabila diperlukan

Di artikel sebelumya saya sudah menjelaskan bagaimana cara menginstal dan mengkonfigurasi samba server di linux debian agar linux debian bisa melakukan sharing data file/ folder dengan sistem operasi linux.

Masih berkaitan dengan aplikasi server, selain Samba server dan paket aplikasi server lainnya, ada salah satu paket aplikasi server yang cukup banyak digunakan yaitu DHCP server.

Menginstal aplikasi apapun di debian atau keluarga linux sebenarnya sangat mudah, tapi sayangnya tidak jarang muncul masalah, sehingga paket instalasi tidak bisa diinstal, yang paling banyak dialami adalah keluarnya pesan eror E: Unable to locate package....., yang cukup membuat bingung pemula.

Mengetahui Penyebab masalah E: Unable to locate package isc-dhcp-server

Untuk melakukan instalasi di debian sebenarnya sangat mudah, cukup dengan menuliskan perintah
 apt-get install namapaketinstalasi

Seperti misalnya untuk menginstal DHCP server, maka caranya dengan mengetikan perintah:
apt-get install isc-dhcp-server

Perintah di atas adalah perintah terbaru untuk instal DHCP server,

Tapi sayangnya, terkadang ketika melakukan instalasi DHCP server banyak pengguna yang tidak berhasil melakukan instalasi DHCP dengan pesan kesalahan: E: Unable to locate package isc-shcp-server.

Permasalahan tersebut pernah saya alami ketika pertama kali berinteraksi dengan Linux debian, setiap kali melakukan instalasi dengan perintah apt-get install isc-dhcp-server. selalu muncul pesan di atas.

Penyebab pesan di atas ternyata, sistem debian tidak menemukan sumber instalasi untuk dhcp server di daftar repository nya, sehingga muncul kesalahan tersebut.

Karena kita tau ketika melakukan perintah instalasi, maka sistem debian akan mencari sumber paket instalasi di repositorynya, jika direpository terdapat sumber CD Rom, maka sistem akan mencarinya ke CDROM, jika sumber paket instalasinya alamat situs, maka sistem akan melakukan download dan instal dari alamat situs.

Cara Menatasi masalah "E: Unable to locate package isc-shcp-server" di Debian ketika install DHCP Server

Untuk anda yang kebetulan mengalami masalah tidak bisa instal paket instalasi aplikasi server dhcp server lainnya dengan pesan E: Unable to locate package ......., maka cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

Paket instalasi untuk aplikasi DHCP server di debian terdapat di DVD 2, kemungkinan besar permasalahan diatas dikarenakan sumber DVD 2 belum tercatat di daftar repository debian, sehingga sistem debian tidak bisa mengenali perintah instal dhcp server.

Yang harus anda lakukan ntuk mengatasi permasalahan tersebut adalah, memasukan sumber instalasi DVD 2 ke daftar repository debian.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Masuk ke sistem operasi debian sebagai super user.

2. Masukan DVD 2 pada CDRom.

3. Tambahkan sumber instalasi dvd 2 ke daftar repository debian, caranya dengan mengetikan perintah:
 apt-cdrom add 

Lalu setelah itu, silahkan cek daftar sumber repositorynya dengan mengetikan perintah:
 nano /etc/apt/sources.list 
 Maka anda akan melihat daftar tulisan sebagai berikut:

deb cdrom:[Debian GNU/Linux 8.5.0 _Jessie_ - Official amd64 DVD Binary-2 20160604-15:35]/ jessie contrib main

Itu artinya sumber DVD 2 sudah di tambahkan pada daftar repository debian, dan ketika kita menginstal paket instalasi dia akan mencari ke DVD 2.

Anda juga bisa menambahkan suber instalasi DVD 1, DVD 3 dan seterusnya ke repository debian, sehingga ketika melakukan instal paket aplikasi dan paket aplikasi yang terdapat di DVD maka anda tinggal memasukan DVD ke CDRom, instalpun akan berhasil.

4. Setelah paket instalasi DVD 2 di masukan ke daftar repository, maka selanjutnya coba lagi untuk melakukan instalaksi DHCP server, dengan cara:

Masukan DVD 2, lalu ketikan perintah:
 apt-get install   isc-dhcp-server 

Proses instalasi pun akan dilakukan, dan anda tidak akan mengalami lagi masalah gagal instalasi dengan pesan Unable to locate package isc-dhcp-server.

Bagaimana jika saya tidak punya DVD 2 debian ?

Jika anda kebetulan ingin menginstal DHCP server, anda harus memiliki DVD2 instalasi debian, karena sumber repository DHCP server salah satunya terdapat di DVD 2, namun jika anda kebetulan tidak memiliki DVD 2, maka anda bisa mengambil sumber repository dari alamat internet.

Anda harus menambahkan repository alamat situs yang menyediakan sumber repository dhcp server ke dalam file /ect/apt/source.list.

Berikut daftar situs local yang menyediakan repository dhcp server yang bisa anda coba gunakan.

#KAMBING-UI
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

#KEBO VLSM
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kebo.vlsm.org/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

#DATA UTAMA SURABAYA
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kartolo.sby.datautama.net.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

#UNEJ
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://mirror.unej.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free

Saran saya tambahkan sumber repository dari #KAMBING-UI, karena lebih stabil dan serverya jarang sekali down.

Untuk menambahkan sumber repository ke debian langkahnya adalah sebagai berikut:

1. ketikan perintah
nano  /etc/apt/sources.list

2. Tambahkan sumber repository dari #KAMBING-UI. yaitu:

#KAMBING-UI
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ jessie-updates main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ jessie/updates main contrib non-free


3. Simpan dengan menekan CTRL + X lalu tekan tombol Y kemudian enter.

4. Ketikan perintah apt-get update.

5. Pastikan Server debian sudah bisa konek ke internet. karena sumber repository yang ditambahkan bersumber dari online.

5. Sekarang, coba instalkan lagi paket aplikasi dhcp server dengan mengetikan perintah:
apt-get install isc-dhcp-server.

seharusnya berhasil.

Itulah tentang [Fix]: Menatasi masalah "E: Unable to locate package isc-dhcp-server" di Debian ketika install DHCP, semoga dengan mengikuti tutorial di atas, anda bisa menginstal paket aplikasi di server debian anda.

Back To Top